7 Masjid Bersejarah di Indonesia yang Patut Dikunjungi

, Jurnalis
Minggu 07 Juni 2020 18:01 WIB
Masjid Baiturrahman Aceh. (Foto: Dok Okezone/Salman Mardira)
Share :

3. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Agung Kasepuhan atau Masjid Agung Cirebon ini terletak di dalam Kompleks Keraton Kasepuhan. Sebagai peninggalan Kerajaan Cirebon, Masjid Agung Sang Cipta Rasa menjadi yang tertua di kawasan tersebut karena dibangun sekira 1480 Masehi.

Bisa dikatakan masjid ini seumur dengan peristiwa besar Wali Songo menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Konon, Sunan Gunung Jati sendirilah yang menunjuk Sunan Kalijaga berperan sebagai arsitek Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Arsitektur masjid ini memadukan gaya Demak, Majapahit, dan Cirebon sehingga menciptakan ciri bangunan yang khas dan tak terlupakan bagi para wisatawan. Selain umurnya yang tua dan sejarahnya yang panjang, masjid ini memiliki sebuah kebiasaan unik yang hanya berlaku di sini.

Setiap Sholat Jumat, Masjid Agung Sang Cipta Rasa menggelar Azan Pitu, yakni azan yang dilakukan secara bersamaan oleh tujuh muazin berseragam serbaputih. 

4. Masjid Agung Demak

Pernah dicalonkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1995, Masjid Agung Demak merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. Masjid Agung Demak sendiri adalah bangunan tempat ibadah peninggalan Kerajaan Demak yang terletak di Kampung Kauman. Konon katanya di masjid inilah Walisongo sering berkumpul.

Mengunjungi Masjid Agung Demak, selain beribadah, bisa juga mampir ke museum yang kaya akan informasi sejarah masjid tersebut. Kemudian setiap orang juga bisa melihat makam raja-raja Kesultanan Demak.

Berkat nilai historisnya yang tinggi, Masjid Agung Demak menjadi salah satu masjid bersejarah di Indonesia yang patut dikunjungi.

5. Masjid Tua Palopo

Masjid Tua Palopo dibangun sekira 1604 di Kota Palopo menjadikan bangunan ini berumur 5 abad di masa sekarang. Pembangunan masjid tersebut diprakarsai oleh seorang ulama, Datuk Sulaiman, yang bergelar Datuk Pattimang.

Menurut sejarahnya, masjid ini rampung dibangun ketika Kerajaan Luwu mencapai masa kejayaan di bawah kekuasaan Datuk Payung Luwu XVI Pati Pasaung Tampanangi, Sultan Abdullah Matinroe.

Arsitektur Masjid Tua Palopo sangat khas dan tidak mudah dilupakan para pengunjung. Ini dikarenakan adanya empat unsur penting yang melekat dalam konstruksi masjid tua tersebut yakni unsur lokal Bugis, jawa, Hindu, dan Islam.

Berkat percampuran keempat unsur tersebut, Masjid Tua Palopo dianggap sebagai simbol pemersatu antarmasyarakat serta menunjukkan nilai kebudayaan lokal yang beralkulturasi dengan ajaran Islam dan Jawa. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya