TEKNIS Urusan Haji (TUH) di Jeddah, Arab Saudi menolak permintaan komitmen layanan haji mujamalah 1441H/2020M. Permintaan komitmen layanan haji mujamalah ini menjadi bagian dari menu tampilan e-Hajj tahun ini.
Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali mengatakan, ada yang berbeda pada menu e-Hajj 2020. Menurutnya, dalam tampilan E-Hajj untuk penyelenggaraan haji 1441H, terdapat kolom pertanyaan atau pilihan di mana TUH sebagai main user diminta memberikan pilihan terkait komitmen melayani haji Mujamalah.
“Ada dua pilihan, setuju atau muwafaqah dan menolak atau rafdh. Selama ini kami tidak menentukan pilihan hingga terbit Keputusan Menteri Agama (KMA) 494 tahun 2020,” kata dia, dikutip dari website Kemenag, Selasa (6/9/2020).
Baca juga: Bekam, Metode Kesehatan Warisan Nabi Muhammad
Kemenag sebelumnya telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H /2020M. KMA ini diumumkan oleh Menag Fachrul Razi pada 2 Juni 2020.
Keputusan pembatalan keberangkatan ini berlaku untuk jamaah yang menggunakan visa pemerintah, baik kuota reguler dan khusus, maupun jamaah yang menggunakan visa mujamalah.
“Begitu KMA terbit dan mengatur juga masalah visa mujamalah, maka TUH langsung membuka tampilan aplikasi E-Hajj dan mengklik pilihan menolak (rafdh) melayani haji mujamalah 2020,” tuturnya.
Dia menambahkan, proses yang dilakukan oleh TUH bukan berarti aplikasi E-Hajj sudah dibuka. Sistem operasional teknis perhajian pada e-Hajj masih tertutup. Endang mengatakan, sejumlah tampilan menu masih bisa dibuka, namun terkait sistem pemaketan layanan haji hingga saat ini masih ditutup.
(Rizka Diputra)