Share

Melihat Sejarah Pelaksanaan Ibadah Haji, Pernah Dibatalkan 40 Kali

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 614 2514471 melihat-sejarah-pelaksanaan-ibadah-haji-pernah-dibatalkan-40-kali-2AbxKQii7l.jpg Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji dan umrah. (Foto: Shutterstock)

IBADAH haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi idaman kaum Muslimin. Mereka berlomba-lomba bisa menunaikan amalan berpahala besar ini. Namun di masa pandemi covid-19 ini, belum ada kepastian pelaksanaan ibadah haji tahun depan (2022).

Kabar terbaru, Kerajaan Arab Saudi sudah memberikan lampu hijau untuk Indonesia mengirim jamaah umrah dan haji. Tentunya wajib memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Baca juga: Jamaah Umrah Berangkat Desember Ini? Wamenag: Masih Banyak yang Harus Dituntaskan 

Namun, munculnya covid-19 varian omicron membuat strategi pemberangkatan calon jamaah haji dan umrah menjadi berubah. Maka itu, pemerintah pun masih mempertimbangkannya lagi terkait kepastian pemberangkatan calon jamaah umrah dari Tanah Air.

"Saya kira masih banyak hal yang harus dituntaskan dan teknis di dalam negeri. Jadi saya kira kalau itu diselesaikan, sudah bisa berangkat," ungkap Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi ditemui di Kantor Kemenangan Agama (Kemenag), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 2 Desember 2021.

Baca juga: Mau Dapat Pahala Haji dan Umrah? Yuk Lakukan 3 Amal Ibadah Ini 

Tapi tahukah Anda bahwa pembatalan pelaksanaan ibadah haji dan umrah ternyata sudah pernah dilakukan sebanyak 40 kali dalam sejarah? Mulai sejak zaman Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sampai saat ini.

Pembatalan pelaksanaan ibadah haji sebanyak 40 kali tersebut akibat adanya peperangan hingga wabah penyakit seperti covid-19 seperti saat ini.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Nah, berikut ini beberapa sejarah dibatalkannya pelaksanaan ibadah haji, sebagaimana telah MNC Portal himpun, Kamis (9/12/2021).

967 Masehi: Haji dibatalkan karena wabah

Ketika itu terjadi wabah penyakit mematikan pada tahun 357 Hijriah (967 Masehi). Wabah menyerang kota suci Makkah hingga menewaskan ribuan hewan dan manusia, kemudian menyebabkan pembatalan ibadah haji.

Baca juga: Kemenag RI dan Kemenhaj Saudi Bahas Teknis Umrah, Ini Skenarionya 

983–991 Masehi: Haji ditangguhkan selama 8 tahun selama pertempuran antara Abbasiyah dan Khilafah Fatimiyah

Pertempuran antara Abbassiyah dan Fatimid menyebabkan penangguhan pelaksanaan ibadah haji pada tahun tersebut. Saat itu Abbasiyah memiliki aturan atas Irak dan Suriah, sementara Fatimiyah memerintah di Mesir. Akibatnya, mereka harus menghentikan pelaksanaan ibadah haji selama 8 tahun lamanya.

Baca juga: Menag Umumkan Penerbangan dari Indonesia Kini Bisa Langsung ke Arab Saudi 

1256–1260 Masehi: Haji dibatalkan karena perselisihan politik selama 5 tahun

Pada tahun 1256–1260 Masehi merupakan tahun wabah penyakit yang menyebabkan pembatalan pelaksanaan ibadah haji. Wabah itu terjadi mulai dari India dan mencapai Makkah, imbasnya merenggut nyawa 3/4 jamaah yang sedang beribadah di Kota Makkah.

1837–1858 Masehi: Terjadi pandemi kolera

Dalam rentang 20 tahun, pelaksanaan ibadah haji dihentikan sekira tiga kali pada tahun itu. Hal ini kemudian berlanjut membatasi jamaah haji untuk mengunjungi Makkah selama hampir 7 tahun.

Baca juga: Ingin Segera Pergi Haji? Bisa Amalkan Doa Ini 

Pada tahun 2837M, pandemi kolera menghantam kota suci Makkah, akibatnya pelaksanaan ibadah haji harus dibatalkan sampai tahun 1840M. Dua pandemi kolera lainnya lalu merebak ke kota itu lagi pada tahun 1846 dan 1858M.

Kemudian kematian besar-besaran akibat wabah penyakit terjadi pada tahun 1831M yang juga lagi-lagi harus membatalkan ibadah haji. Terakhir, haji dihentikan tiga kali dalam rentang 1837 hingga 1858.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Kabar Baik, Menag Umumkan Indonesia Jadi Negara Prioritas Haji dan Umrah 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini