Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Doa yang Diajarkan Nabi Muhammad di Malam Lailatul Qadar

Rahman Asmardika , Jurnalis-Minggu, 08 Maret 2026 |13:28 WIB
Doa yang Diajarkan Nabi Muhammad di Malam Lailatul Qadar
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA - Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan, malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Malam Lailatul Qadar akan diisyaratkan akan hadir pada malam-malam ganjil di 10 malam terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, yang diriwayatkan dari ‘Aisyah RA:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, petunjuk serupa juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, yang menegaskan bahwa malam tersebut dapat dicari pada hari-hari tertentu di sepuluh malam terakhir:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ: الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي تَاسِعَةٍ تَبْقَى، فِي سَابِعَةٍ تَبْقَى، فِي خَامِسَةٍ تَبْقَى

Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA bahwa Nabi SAW bersabda: Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, pada saat tersisa sembilan malam, tujuh malam, atau lima malam.” (HR. al-Bukhari)

Hadis ini biasanya dipahami sebagai malam-malam ganjil seperti tanggal 21, 23, atau 25 Ramadan, meskipun para ulama tetap menganjurkan untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement