Alhasil, UAS memutuskan untuk kembali ke pesawat. Namun, tak berselang lama, seorang pramugari memintanya turun dari pesawat. Ia diberitahu bahwa di pesawat itu juga ada presiden yang hendak menuju Jakarta.
“Pramugari minta saya turun, karena ada presiden di pesawat itu mau ke Jakarta, dia tidak mau satu pesawat dengan teroris. Akhirnya saya turun nunggu pesawat 2 jam berikutnya,” tuturnya.
Tak ingin panjang lebar berdebat, UAS memilih turun dari pesawat dan rela menunggu pesawat berikutnya selama dua jam. Hari itu juga, UAS pulang namun sebagian anggota timnya melanjutkan perjalanan ke Timor Leste.
“Saya sampai sekarang tidak tahu apa yang menakutkan (dari dirinya), tapi saya kira sampai masanya nanti Allah akan bukakan bisa jadi mereka taubat atau mereka di akhir usianya sudah pensiun (lalu) cerita pernah menahan Ustadz Somad sambil ketawa-ketawa mungkin. Wallahu a'lam," kata UAS mengakhiri cerita.
(Rizka Diputra)