Corona Belum Reda, Umat Islam Sholat Jumat di Gereja

, Jurnalis
Minggu 19 Juli 2020 17:32 WIB
Gereja St. Severi di Kota Erfurt, Jerman (Foto: AP)
Share :

WUJUD toleransi beragama yang dicontohkan orang Jerman patut diacungi jempol. Betapa tidak, umat Kristen di sana menawari gereja mereka untuk dijadikan tempat ibadah Sholat Jumat bagi warga muslim Jerman.

Hal ini disebabkan oleh karena menggunakan masjid di wilayah itu selama masa pandemi Covid-19 nyaris mustahil dilakukan. Sehingga para pengurus sebuah gereja di Berlin berinisiatif mengakomodir kepentingan beribadah umat muslim di negara itu.

Pemerintah Jerman telah melonggarkan kebijakan terkait pembatasan-pembatasan dalam mengendalikan wabah virus corona. Salah satu di antaranya adalah mengizinkan tempat-tempat ibadah kembali buka, namun dengan membatasi jumlah pengunjungnya.

Masjid Dar Assalam di Distrik Neukolln, Berlin,termasuk yang wajib mematuhi aturan baru tersebut. akibatnya, masjid yang biasanya menampung sekitar 1.000 orang pada saat Sholat Jumat, hanya bisa mengizinkan sejumlah kecil saja kaum muslim yang bisa ikut sholat berjamaah.

Salah satu aturan menyebutkan, jarak seseorang dengan orang-orang lainnya setidaknya harus 1,5 meter. Pemerintah Jerman juga tidak mengizinkan orang-orang berkumpul dalam jumlah besar melebihi 50 orang.

Para pengurus Gereja Martha Lutheran di Kreuzberg, yang tidak jauh dari Masjid Dar Assalam, memahami keprihatinan ini. Mereka pun menawarkan kesempatan bagi umat Islam untuk menjalankan shalat Jumat di gereja mereka, yang ukurannya jauh lebih besar. Para pengurus Masjid Dar Assalam menyambut tawaran itu. Mohammed Taha Sabry, imam Masjid Dar Assalam, bersyukur atas tawaran itu.

Baca juga: Wisata Religi Alquran Raksasa di Palembang Kembali Dibuka

“Saya menghargai tawaran solidaritas tersebut. Ini prakarsa yang baik, dan kami sangat berterima kasih. Karena peraturan social distancing, masjid kami terlalu kecil untuk menampung banyak orang untuk kegiatan shalat berjamaah seperti shalat Jumat. Gereja melihat penderitaan Muslim dan menawarkan solusi. Ini sungguh menggembirakan. Wabah menjadikan kita sebuah komunitas. Krisis menyatukan kita semua," kata Sabry, dikutip dari laman VOA Indonesia, Minggu (19/7/2020).

Sementara itu, Juanita Villamor, selaku juru bicara masjid itu juga mengungkapkan kegembiraannya. Membolehkan muslim beribadah di gereja menurutnya peluang yang baik untuk membuka dialog antaragama. Kerukunan antar agama kata dia, bisa tercipta bila orang-orang berusaha memahami ajaran-ajaran agama lain.

Sedangkan Samer Hamdoun, seorang muslim yang ikut Sholat Jumat di Gereja Martha Lutheran mengaku merasa aneh menjalankan ibadah agama Islam di dalam gereja.

“Ada perasaan aneh yang muncul sewaktu saya pertama kali berada di dalam gereja. Saya melihat gambar-gambar, patung-patung dan ornamen-ornamen lain yang ada dalam gereja. Namun setelah saya mengabaikan semua itu, saya pikir ini kan rumah Tuhan, jadi muslim boleh salat di sini," kata Hamdoun.

Menariknya, seorang pastur Martha Luthern, Monika Matthias bahkan terkadang ikut Sholat Jumat bila waktunya sedang senggang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya