Syekh Muhammad bin Abdul Aziz al Qor'awi mengatakan, "Di dalam hadits yang agung ini Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memberitakan bahwa ada kalanya Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan musibah kepada hamba-Nya yang beriman dalam rangka membersihkan dirinya dari kotoran-kotoran dosa yang pernah dilakukannya selama hidup. Hal itu supaya ketika dia berjumpa dengan Allah Subhanahu wa ta'ala di akhirat maka beban yang dibawanya semakin bertambah ringan."
Ia melanjutkan, demikian pula terkadang Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan musibah kepada sebagian orang, tapi bukan karena rasa cinta dan pemuliaan dari-Nya kepada mereka namun dalam rangka menunda hukuman mereka di alam dunia sehingga nanti pada akhirnya di akhirat mereka akan menyesal dengan tumpukan dosa yang sedemikian besar dan begitu berat beban yang harus dipikulnya ketika menghadap-Nya.
Baca juga: Wajib Tahu, Ada Perjanjian Pranikah sebagai Perlindungan Hukum
Di saat itulah, tambah Syekh Muhammad, manusia tersebut akan merasakan bahwa dirinya memang benar-benar layak menerima siksaan. Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan karunia kepada siapa saja dengan keutamaan-Nya dan Allah juga memberikan hukuman kepada siapa saja dengan penuh keadilan. Allah tidak perlu ditanya tentang apa yang dilakukan-Nya, namun para hamba itulah yang harus dipertanyakan tentang perbuatan mereka.
Sabar merupakan pilar kebahagiaan seorang hamba. Melalui kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai cobaan. Kunci seorang Muslim untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat yaitu dengan bersabar.
Wallahu a'lam.
Baca juga: Keutamaan Membaca Surah Al-Insyirah Bakda Sholat
(Hantoro)