SEJUMLAH rumah sakit, klinik dan staf medis mulai disiagakan di beberapa titik dekat tempat-tempat suci menjelang pelaksanaan haji 2020. Terkait perencanaan ibadah haji, kementerian setempat ingin memastikan kesehatan dan keselamatan para jamaah secara matang.
Yaitu dengan menyediakan rumah sakit di Mina, enam unit ambulans, tiga klinik untuk mengakomodasi dan klinik di Arafah, rumah sakit lapangan, serta rumah sakit keliling.
Tenaga medis secara teknis telah dipersiapkan untuk memastikan keselamatan para pendatang saat melakukan ibadah haji. Mereka akan sigap mengintensifkan persiapan untuk menangani penyakit seperti demam.
Sistem baru ini didistribusikan di semua situs suci dan telah terbukti mampu menurunkan suhu dari jamaah yang berkemungkinan menderita demam.
Dilansir dari laman Arab News, Senin (27/7/2020), para jamaah yang tiba di hotel-hotel di Makkah akan menerima perlengkapan khusus yang disediakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi berisikan masker, pakaian ihram, sajadah, tasbih, dan alat kebersihan pribadi lainnya seperti alat cukur, alat perawatan pribadi dan buku panduan haji.
Baca juga: Musim Haji, 16 Orang Ditangkap karena Menyusup ke Makkah
Asisten Komandan Pasukan Keamanan Haji untuk Masjidil Haram, Mayor Jenderal Mohammed bin Wasl Al-Ahmadi mengatakan, rencana pengamanan haji didasarkan pada empat pilar, yakni organisasi, keamanan, kemanusiaan dan perawatan kesehatan.
Pasukan Keamanan Haji telah menetapkan mekanisme baru untuk mengatur masuk dan keluar dari dan ke Masjidil Haram selama ibadah haji berlangsung.
Di antaranya adalah dengan memperluas jalur untuk jamaah dari selatan ke barat masjid, serta beberapa bagian khusus di sekitar wilayah tersebut dan juga sai. Puncak ibadah haji sendiri akan berlangsung pada Kamis, 30 Juli mendatang.
Sementara itu, tercatat lebih dari tiga juta reaksi berantai polymerase (PCR) telah diberlakukan di Arab Saudi untuk mendeteksi lebih awal penduduk yang terinfeksi.