DOA adalah senjata bagi muslim. Dengan berdoa maka segala urusan kehidupan bisa menjadi lebih mudah. Hal yang mustahil sekalipun bisa jadi kenyataan lewat doa. Seorang muslim harus terus berdoa, karena Allah SWT dalam Alquran sudah berjanji mengabulkan setiap doa.
Pengabulan doa bisa dalam waktu segera, bisa juga ditunda oleh Allah sampai hamba-Nya siap menerima. Doa dikabulkan Allah dalam berbagai bentuk.
Namun, yang perlu diperhatikan ketika berdoa adalah adab agar mudah dikabulkan oleh Allah. Ibaratnya kita meminta sesuatu kepada pembesar negeri, pasti ada protokoler dan etika yang harus dijunjung saat menyampaikan keinginan.
Baca juga: Kisah Guru Bahasa Inggris, 6 Tahun Tinggal di Saudi hingga Bisa Berhaji
Jika dengan manusia saja butuh adab dan etika ketika meminta sesuatu, apalagi saat memohon sesuatu kepada Allah?
Berikut lima adap berdoa seperti dilansir dari akun Instagram @sahabatsurga:
1. Mengangkat tangan setinggi bahu
Mengangkat kedua tangan dalam berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, termasuk adab yang agung.
Di dalam kitab Shahih-nya, Imam Bukhari rahimahullah membuat bab tentang mengangkat tangan dalam berdoa. Dia membawakan beberapa hadits, yaitu dari Abu Musa Al Asy’ari, dia berkata
دَعَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثمُ َّرَفَعَ يَدَيْهِ وَرَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ
“Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a, kemudian mengangkat kedua tangannya, sehingga aku melihat putih kedua ketiak Beliau.”
2. Memulai doa dengan memuji Allah
Kita dianjurkan untuk mengawali doanya dengan menyebut nama Allah, tidak langsung dengan meminta. Bagian dari adab ketika memohon dan meminta adalah memuji Dzat yang diminta. Demikian pula ketika hendak berdoa kepada Allah. Hendaknya kita memuji Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang mulia (Asma-ul husna).
وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Araf :180)
3. Bersholawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Ibnul Qayyim menyatakan pula bahwa membaca shalawat pada saat berdoa, kedudukannya seperti membaca Al-Fatihah dalam sholat. Jadi pembuka doa adalah sholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab : 56)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar ada orang yang berdoa dalam sholatnya dan dia tidak memuji Allah dan tidak bersholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda, “Orang ini terburu-buru.” kemudian beliau bersabda,
“Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bersholawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)