Gus Baha Ungkap Rahasia Pernikahan Bahagia Berdasarkan Sunah Nabi

Rizka Diputra, Jurnalis
Senin 10 Agustus 2020 11:18 WIB
KH Bahauddin Nursalim alias Gus Baha (Foto: JATMAN)
Share :

Pergauli istri dengan Baik

Selain itu, Gus Baha juga mengingatkan bahwa sedari awal Allah memerintahkan untuk mempergauli istri dengan baik dan secara patut. Sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 19:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِ

Artinya: "Dan bergaullah dengan mereka secara patut,"

“Pokoknya seorang istri digauli secara baik dan lanjutan setelah itu adalah kalau suatu saat kalian tidak cocok (فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ). Maka kata Allah dinikmati saja, karena itu menambah khazanah, menambah kearifan, menambah kedewasaan,” terang Gus Baha.

Sebab secara ilmiah, suami istri tentu banyak perbedaan, mulai perbedaan watak, gen, maupun latar belakang. Sehingga kesalahpahaman dan konflik lumrah terjadi dalam rumah tangga.

“Saya minta nikah itu mula’abah. Diingat-ingat ini nasihatnya Nabi. Jadi rileks, jangan membicarakan nanti tinggal di mana? kerja di mana? pokoknya yang ruwet-ruwet dihilangkan,” jelasnya.

Sebab Nabi dengan istrinya penuh dengan mula’abah dan penuh guyonan. Pernah Sayyidah Aisyah cemburu karena Nabi sering menyebut Sayyidah Khadijah. Sayyidah Aisyah kemudian berkata: "Ya Rasulullah jangan sering sebut (Khadijah), engkau telah diberi ganti yang lebih muda,”

Sayyidah Fatimah lalu berkonsultasi pada Nabi karena merasa ibunya dicibir. Jawabnya Nabi itu unik dan rileks.

“Ya bilang saja, hebat ibuku. Ibuku itu janda dapat jejaka. Kamu meski perawan tapi dapat duda. Nabi justru menjawab dengan santai dan logika. Tidak lantas langsung berkata, “Huss kualat, tidak baik,” tandas Gus Baha.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya