DAI Muda Nahdlatul Ulama (NU), Ustadz Muhammad Najmi Fathoni mengatakan, kemerdakaan Indonesia memanglah bukan suatu kebetulan. Terlebih di saat ini, perayaan 17 Agustus 2020 dibarengi dengan bulan Muharam tahun Hijriah.
"Makna kemerdekaan, bukan sebuah kebetulan memang bulan Agustus ini kita menyambung dengan bulan Muharam ya, bulan Hijriah," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (17/8/2020).
Lebih lanjut, kata Ustadz Najmi, merdeka adalah sebagaimana dibawa oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam, yakni kemerdekaan dari segala bentuk penjajahan, perbudakan, kebodohan dan lain sebagainya.
Selain itu makna merdeka lainnya, yaitu ketakwaan. Tak lain adalah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebab, sebaik-baiknya manusia adalah yang memiliki keimanan dan ketakwaan.
Baca juga: Jangan Pernah Mengeluhkan Takdir Allah Ta'ala
"Takwa itu maknanya luas sekali, ini bisa juga dimaknai dengan pembebasan, kemerdekaan," katanya.
Ustadz Najmi menambahkan, tantangan ke depan saat ini ialah bagaimana merdeka dari perbuatan-perbuatan zalim, seperti tindak pidana korupsi, penjajahan, pembodohan, perbudakan, dan lainnya. Terlebih harus pula diisi dengan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.
Terutama, menjauhi sifat-sifat jahiliyah yang membuat bangsa tertindas dan penuh kezaliman. Oleh karenanya, kata dia, saat ini sudah waktunya memperbanyak takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala demi meraih kemerdakaan yang hakiki.
"Menuju kemerdekaan yang hakiki, yakni jadi pribadi yang betul-betul bertakwa di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala, bermanfaat sebanyak mungkin," tuturnya.
(Rizka Diputra)