Rezeki Mengalir Deras meski Terus Bermaksiat, Apakah Tanda Istidraj?

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis
Sabtu 22 Agustus 2020 19:04 WIB
Ilustrasi rezeki melimpah. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)
Share :

PERBUATAN maksiat kerap tidak disadari oleh manusia yang melakukannya. Entah karena tak mengetahui hukumnya atau merasa tidak ada yang mengawasi sehingga perbuatan tersebut terus berjalan.

Lalu tidak jarang pelakunya tetap mendapat rezeki dari Allah Subhanahu wa ta'ala meski terjadinya maksiat. Namun sebenarnya manusia tersebut harus waspada. Sebab, hal ini dapat disebut istidraj yaitu jebakan berupa nikmat yang disegerakan.

Baca juga: Hati-Hati Bermedia Sosial, Akan Dicatat dan Dihisab di Akhirat Kelak 

Berdasarkan riwayat dari Uqbah bin Amir Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Bila kamu melihat Allah memberi kepada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj dari Allah." (HR Ahmad 4: 145. Syekh Syuaib al Arnauth mengatakan hadis ini hasan dilihat dari jalur lain)

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surah Al An’am (6) Ayat 44 yang artinya: "Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."

"Lihat ketika mereka melupakan peringatan yang diperingatkan kepadanya. Allah bukakan pintu kesenangan selebar-lebarnya. Tapi ingat, ini tanda buruk dan ada sesuatu yang Allah inginkan dari mereka, yaitu Allah akan azab mereka sekonyong-konyongnya dan mereka terdiam berputus asa. Jika kita melihat suatu negeri yang banyak maksiatnya dan kesenangannya luar biasa, itu tandanya Allah akan berikan azab sekonyong-konyongnya. Dan itu bukan tanda kasih sayang Allah," jelas Ustadz Badrussalam dalam ceramahnya, dikutip dari Youtube Yufid TV, Sabtu (22/08/2020).

Baca juga: Islam Menjunjung Tinggi Toleransi sebagai Kunci Perdamaian, Ini Dalilnya 

Jika diperhatikan dengan saksama, saat ini ada beberapa negeri dan manusia yang hidupnya terlihat aman, tenteram, bergelimangan harta, serta dapat dikatakan maju padahal tidak beriman dan begitu banyak kemaksiatan yang ada lalu tidak dicegah dengan alasan dapat melanggar hak asasi manusia.

Namun ketika Allah Subhanahu wa ta'ala turunkan musibah berupa bencana alam, tempat mereka mendapatkan akibat yang sangat parah, bahkan belum pernah terjadi sebelumnya di tempat lain. Ada perbedaan sikap yang terjadi ketika musibah datang, umat Islam yang bertakwa akan menganggap hal tersebut adalah ujian baginya, sedangkan yang tidak beriman akan beranggapan ini hanyalah bencana alam belaka dan tak ada kaitannya dengan Tuhan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya