Artinya: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47).
“Diam itu emas. Bagi siapa diam emas? Bagi mereka yang tidak mampu berkata-kata baik, lebih baik diam karena diam engkau menunjukan kualitas engkau. Makin banyak diam, tapi diamnya itu bermanfaat. Dibandingkan ketika ngomong, omongannya malah melukai orang, mengadu domba orang, membuat sakit hati orang,” kata pendakwah KH. Jujun Djunaedi dalam acara Cahaya Hati Indonesia seperti dikutip dari kanal Youtube iNews Religi, Selasa (1/9/2020).
Adu domba merupakan perbuatan yang sangat tercela, yang diharamkan dan menjadi penghalang untuk masuk ke dalam surga Allah.
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda :
عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَجُلاً يَنِمُّ الْحَدِيثَ فَقَالَ حُذَيْفَةُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ ».
Artinya: “Dari Hudzaifah, beliau menerima laporan ada tukang adu domba. Ia mengatakan : aku mendengar Rasulullah bersabda, “Pelaku adu domba tidak akan masuk surga” (HR Muslim, no. 303).