“Yang ketiga, hidup itu tempat menanam amal sholeh,” ujar Aam Amiruddin. Artinya adalah hidup berkah dengan menanamkan kebaikan sepanjang hayat.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Q.S. Al-A’raf : 96).
“Kita ini umur berkah, apabila kita isi hidup dengan ‘ahsanu amala’, amalan terbaik,” ujar Aam Amiruddin menyampaikan.
Setelah di dunia ini, kita akan memasuki pintu kematian, hanya Allah yang mengetahui kapan kematian akan datang kepada kita. maka dari itu keberkahan yang paling hebat adalah berkah saat kembali kepada Allah.
“Ada berkah yang paling hebat, yaitu kita berkah saat berpulang. Apa berkah saat berpulang? Husnul khatimah,” tuturnya.
Menurut Aam Amiruddin, husnul khatimah dapat diraih dengan amal saleh yang dilakukan semasa hidup.
(Salman Mardira)