Disambut di Mesir
Pada 26 Ramadhan 195 Hijriah, perempuan mulia yang memiliki nama lengkap Nafisah binti al-Hasan bin Zaid bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib itu pindah ke Kairo, Mesir.
Kedatangan Nafisah di Mesir disambut dengan suka cita, penduduk kota Kairo berbondong – bondong menuntut ilmu padanya, bahkan hampir membuatnya sulit untuk melakukan ibadah seperti yang biasa ia lakukan.
Nafisah merasa tidak nyaman dengan banyak-nya orang-orang yang terus berdatangan sehingga membuatnya teralihkan dari zikir – zikir dan persiapan untuk bekal akhiratnya, sehingga membuat ia ingin kembali ke Madinah.
Saat penduduk kota Kairo tahu akan berita itu, mereka beramai – ramai mencegat kendaraan Nafisah agar tidak keluar dari kota, Masa terus berdatangan untuk meminta agar Nafisah berkenan untuk tetap di Kairo dan mengajar mereka.
Kejadian ini membuat pemimpin kota Kairo , As-Sari bin Al-Hakam bin Yusuf untuk turun tangan. Ia menawarkan Nafisah rumah yang luas dan juga membatasi orang – orang yang ingin berkunjung menuntut ilmu atau konsultasi hanya pada dua hari dalam satu minggu. Nafisah menyetujui tawaran itu dan tetap tinggal di Kairo.