Kisah Penyelam Sriwijaya Air, Untaian Doa dan Sholat Jenazah di Atas Kapal

Agregasi VOA, Jurnalis
Rabu 20 Januari 2021 12:03 WIB
Tim SAR gabungan saat mensolati korban meninggal dunia jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. (Foto: Ist/Hendrata Yudha/IDRT/Courtesy)
Share :

"Setiap kali menemukan jenazah, kami selalu berdoa terlebih dahulu. Kami juga melakukan sholat jenazah. Kami selalu memuliakan jenazah. Pola penanganan yang hati-hati ini juga ikut membantu keluarga yang tentunya sangat sedih dengan kehilangan anggota keluarga mereka,” paparnya.

Menahan Diri Tidak Main Medsos

Salah satu kode perilaku atau code of conduct yang juga kerap diingatkan pada seluruh penyelam dalam operasi SAR adalah menahan diri untuk tidak menggunakan media sosial.

“Suka tidak suka medsos harus ditinggalkan dulu. Kita harus pakai hati untuk tidak sedikit-sedikit cekrek (foto-foto -red) dan posting di medsos. Kita harus selalu ingat apapun yang kita posting akan dibaca atau dilihat ribuan orang. Jangan sampai ada kesan operasi SAR ini operasi main-main. Operasi SAR adalah operasi serius, operasi kemanusiaan, yang dijalankan dengan sangat hati-hati, mengikuti code of conduct, dan bahwa ini bertujuan membantu sesama manusia,” ujar mantan wartawan itu.

Dalam operasi hari Sabtu (16/1) Hendrata Yudha kembali menyelam bersama dua temannya, Surya Alamsyah dan Bayu Wardoyo, menelusuri laut di kedalaman 18 meter. Daerah selebar empat meter yang mereka sisiri kali ini dipenuhi potongan bagian pesawat dalam sebaran luas, “bahkan ada beberapa bagian logam yang bentuknya seperti kertas diremas” tutur Hendrata.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya