JAKARTA- Salah satu bentuk nifaq atau kemunafikan yakni ketika mengucapkan “insya Allah”, yang dianggap sebuah janji, namun dalam hati menyelisihinya.
Jika sudah mengucapkan Insya Allah sehingga tidak boleh secara sengaja mengingkarinya. Mengucapkan Insya Allah disertai dengan niat untuk tidak menepati janji, ini termasuk kemunafikan atau nifaq. Karena berbeda antara hati dan ucapan.
Imam Al Auza’i rahimahullah mengatakan:
Baca Juga: Curhat, Ya kepada Allah Ta'ala Saja Jangan di Medsos
“Berjanji dengan mengucapkan insyaAllah, sambil meniatkan dalam hati untuk tidak melakukannya, ini adalah kemunafikan” (Jami’ Al Ulum wal Hikam, 2/482).
Ustaz Yulian Purnama dalam pesannya di akun Twitter-nya dikutip Senin (1/2/2021) menuliskan, maka mengingkari janji adalah bentuk nifaq atau kemunafikan walaupun disamarkan dengan perkataan Insya Allah.
Yang beliau maksudkan adalah nifaq ‘amali yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam. Namun tetap saja ini perbuatan yang sangat tercela karena disebut sebagai kemunafikan.
Sebagaimana hadits dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
“Ada 3 sifat orang munafik yakni :