UAS sempat salaman, ngalap berkah. Seperti biasa, UAS membuka peci dan meminta Kiai Anwar dan Gus Ali membacakan doa dan meniup ubun-ubunnya. Tradisi yang diajarkan almarhumah ibunda beliau sejak kecil bila bertemu tuan-tuan guru.
"Saya tidak sholih, berharap pada barokah orang-orang sholih," kata UAS.
Unggahan UAS di Instagram tentang pertemuannya dengan para kiai NU di Jatim ini pun mendapat respons luar biasa dari netizen. Hingga berita ini ditulis unggahan UAS disukai 76.740 dengan 609 komentar. Rata-rata warganet memuji akhlak mulia UAS.
“UAS memang luar biasa. Selalu rendah hati walaupun beliau berilmu tinggi,” tulis akun @sugiati549. “Tawadhu ustadz yang membuat kami kagum dan bangga,” kata akun @andiputratanjung11.
Namun UAS mengunggah foto-foto serta narasi ikhwal kedatangan dan pertemuannya dengan pengurus PWNU Jatim di akun Instagram (IG) resminya @ustadzabdulsomad_official.
Dalam unggahannya, manajemen UAS menceritakan bahwa kedatangannya di Kantor PWNU Jatim bermula saat dia dibawa salah seorang sahabat sowan ke kediaman Gus Ali di Kompleks Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo.
“Sesampainya di Ponpes Bumi Sholawat, malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih, ternyata kiai baru saja ke kantor PWNU Jatim,” tulisnya. (Ihya' Ulumuddin)
(Vitrianda Hilba Siregar)