JAKARTA - Hukum sholat jenazah adalah sholat fardhu kifayah yang berarti kewajiban bagi kaum Mulimin untuk melaksanakan sholat tersebut ketika ada umat Islam meninggal dunia.
Sholat jenazah sangat dianjurkan sebanyak mungkin dikuti para jamaah kaum Muslimin agar jenazah mendapat syafaat nabi.Sementara untuk doa ada beragam doa yang dapat dipanjatkan. Berikut salah satu yang dapat dipanjatkan;
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَأَوْسِعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ
Allahumma ghfirlahu war hamhu wa'afihi wa'fuanhu wa akrim nuzulahu waausi'madkholahu waghsilhu bil maai watsalji walbarodi wa naqihi minalkhotooyaa kamaa yunaqqii tsaubul abyadhu minad danasi
Sementara perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam untuk mensholati jenazah seorang Muslim.
مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ
Artinya: "Tidaklah seorang Muslim meninggal, lalu disholatkan oleh kaum Muslimin yang jumlahnya mencapai 100 orang, semuanya mendoakan untuknya, niscaya mereka bisa memberikan syafaat untuk si mayit." (HR Muslim Nomor 947).
Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadis: