“Walau masih ada kendala penghimpunan dana zakat di masyarakat, namun literasi zakat warga Muhammadiyah terbilang tinggi dan cukup. Bahkan di beberapa tempat tinggi. Tinggal menyelesaikan PR-PR lain, seperti ada gap yang harus diselesaikan,” katanya.
Maka, Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan pengukuran tingkat pemahaman zakat warga Muhammadiyah kepada 2.199 responden di 34 provinsi yang tersebar secara proporsional berdasarkan database keanggotaan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
(Vitrianda Hilba Siregar)