Menilik Tradisi Islam di Kairo, Penabuh Bedug Sahur di Kala Ramadhan

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis
Jum'at 05 Maret 2021 06:00 WIB
Penabuh bedug di Kairo, Mesir. (Foto: Tour Egypt)
Share :

KAIRO - Ramadhan memiliki tradisi salah satunya adalah kehadiran misaharaty atau penabuh bedug. Tradisi tertua dan paling mengakar yang hanya ditemukan selama Ramadhan.

Hal ini juga terjadi di Kairo, Mesir. Penabuh bedug berjalan mengelilingi pemukiman untuk membangunkan orang agar menyantap sahur. Namun, hari ini, tradisi ini tampaknya sedang merosot.

Penabuh bedug biasanya selalu ditemani oleh anak-anak yang senang membantunya menabuh genderang dan berseru: “Bangun, oh lebih cepat dan puji Allah. Ramadhan, bulan pengampunan."

Baca Juga: Pesona Nabi Yusuf Digambarkan Lengkap di Dalam Al-Qur'an

Biasanya penabuh bedug memulai berkeliling pukul 03:00 subuh dan menabuh hingga tiga kali.

Dia pergi dari rumahnya dan berjalan ke hampir sudut permukiman warga. Saat mencapai depan rumah warga, lalu penabuh drum ini berdiri di depan rumah dan memanggil nama penghuninya.

Karena suara pukulan bedug cukup kuat membuat banyak orang mendengar meskipun jaraknya cukup jauh.

Baca Juga: Arti Ada Uban di Rambut, Ternyata Patut Diwaspadai

Nah, selama 28 tahun, Sheikh Mohamed Abdel Razik telah meneruskan tradisi ini di jalan-jalan Kairo. "Saat kami bersiap untuk menikmati keajaiban di salah satu malamnya yang biasa," kata dia menceritakan kisah menjadi seorang penabuh bedug.

Orang-Orang Selama Ramadhan Menikmati Manisan

Dikutip dari laman touregypt pada Jumat (5/3/2021), Sheikh Mohamed Abdel Razik menceritakan ketika berusia delapan tahun, orangtuanya meninggal dalam kecelakaan mobil di Qena.

"Jadi saya terpaksa pindah dan tinggal di Kairo," katanya.

Abdel Razik menceritakan ayahnya adalah seorang imam dan penabuh bedug selama Ramadhan. "Dia sangat baik kepada saya, dan dia mengajari saya banyak hal," bebernya.

Abdel Razik melanjutkan ayahnya selalu mengajari bagaimana membaca Quran dan berdoa. "Selain itu setiap bulan Ramadhan, ayah membawa saya setiap malam keliling untuk membangunkan orang-orang di lingkungan sekitar untuk makan sahur. Saya biasa berjalan dan memanggil nama-nama tetangga kami. Bedugnya cukup keras untuk membangunkan orang-orang di desa berikutnya, tambahnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya