Namun yang paling utuh itu kayu bagian penahan menara bagian atas itu kayu rasak sejenis kayu besi mulai pendirian sampai sekarang itu tidak pernah diganti karena sangat kuat.
“Masjid ini sengaja bentuk petak atau segi empat karena sahabat nabi itu ada empat Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, itu artinya,” ungkapnya.
Saat zaman penjajahan Belanda dan Jepang masjid juga dijadikan markas pejuang di Kota Padang. “Dulu masjid dijadikan sebagai tempat persembunyian atau markas sementara sebelum menyerang Belanda di pusat Kota Padang,” tutupnya.
(Vitrianda Hilba Siregar)