JAKARTA - Sholat kafarat pernahkah Anda mendengar atau mengetahuinya? Nah sekarang mari kita bahas bersama. Jika Anda pernah meninggalkan sholat fardhu hingga sekian tahun lamanya maka sholat kafarat dilakukan sejumlah rakaat sholat fardhu.
Lima kali waktu shalat : Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan Subuh total 17 rakaat. Shalat kafarat diniatkan untuk mengqadha sholat fardlu yag diragukan atau ditinggalkan atau yang tidak sah. Ada keterangan bahwa sholat kafarat ini dapat mengganti sholat yang ditinggalkan semasa hidupnya sampai 70 tahun dan dapat melengkapi kekurangan-kekurangan dalam sholat yang dilakukan disebabkan karena waswas atau lainnya
ال القاضي لو قضى فائتة على الشك فالمرجو من الله تعالى أن يجبر بها خللا في الفرائض أو يحسبها له نفلا وسمعت بعض أصحاب بني عاصم يقول : إنه قضى صلوات عمره كلها مرة ، وقد استأنف قضاءها ثانيا ا هـ قال الغزي وهي فائدة جليلة عزيزة عديمة النقل ا هـ إيعاب “
Ustaz Ady Kurniawan Al Asyrofi menjelaskan, Al-Qadhi Husain berkata, bila seseorang mengqadha sholat fardlu yang ditinggalkan secara ragu, maka yang diharapkan dari Allah sholat tersebut dapat mengganti kecacatan dalam sholat fardhu atau paling tidak dianggap sebagai sholat sunah.
Baca Juga: Puncak Kenikmatan Tertinggi Manusia Bukan Surga, Lantas Apa?
"Saya mendengar bahwa sebagian ashabnya Bani Ashim berkata, bahwa ia mengqadha seluruh shalat seumur hidupnya satu kali dan memulai mengqadhanya untuk kedua kalinya. Al-Ghuzzi mengatakan, ini adalah faidah yg agung, yg jarang sekali dikutip oleh ulama.”(Syekh Sulaiman al-Jamal, dalam kitab Hasyiyah al-Jamal , juz.2, halaman 27)
Dalam pendapat yg lain disampaikan:
إن الشك في عبادة بدنية أو مالية يجوز تعليق نية قضائها إن كان عليه وإلا فتطوع “
Keraguan dalam ibadah badan atau harta, boleh menggantungkan niat qadhanya, bila betul ada tanggungan maka statusnya wajib, bila tidak, maka berstatus sunah.”(Syekh Fadh bin Abdurrahman atTarimi al-Hadhrami, dalam kitab Kasyf al-Khafa’ wa al-Khilaf fi Hukmi Shalat al-Bara’ah min al-Ikhtilaf, halaman 4).
Baca Juga: Doa Malam Lailatul Qadar, Begini yang Diajarkan Rasulullah SAW
Alasan Sholat Kafarat ini boleh dilakukan karena mengikuti amaliyyah para pembesar ulama dan para wali Allah yang ahli makrifat billah, di antaranya Sayyidi Syekh Fakr al-Wujud Abu Bakr bin Salim, Habib Ahmad bin Hasan al-Athas, al-Imam Ahmad bin Zain al-Habsyi dan banyak lainnya.
"Sholat tersebut rutin dilakukan dan diimbau oleh para pembesar ulama di Yaman. Bahkan di masjid Zabid Yaman shalat kafarat ini rutin dilakukan secara berjamaah," kata dia.