1. Hendaknya berusaha untuk menahan sendawa ketika ada orang lain.
Al- Mubarakfuri rahimahullah menjelaskan hadis di atas dengan mengatakan:
“Perkataan Nabi [tahanlah sendawamu agar tidak terdengar oleh kami] adalah perintah untuk menahan, maksudnya mencegah sendawanya. Dalam riwayat lain di kitab Syarhus Sunnah: “Kurangi sendawamu!”. Atau hadis ini juga bermakna bahwa larangan untuk sendawa maksudnya larangan untuk makan terlalu kenyang. Karena makan terlalu kenyang akan menyebabkan sendawa.” (Tuhfatul Ahwadzi, penjelasan hadis no. 2478)
2. Bersendawa ketika ada orang lain merupakan adab yang buruk.
Syaikh Dr. Shalih Sindi hafidzahullah mengatakan: