BUNG KARNO wafat pada 21 Juni 1970 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta. Di mata Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam, Muhammadiyah ada 5 keteladan Bung Karno yang dapat dicontoh.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam peringatan 51 tahun wafatnya Bung Karno mengatakan bahwa Bung Karno sampai saat ini selalu menjadi kenangan dan jejak sejarah penting bagi bangsa Indonesia.
“Bung Karno sebagaimana tokoh bangsa lain tentu sebagai manusia biasa selalu ada kekurangan dan kelebihan, tetapi sebagai tokoh perjuangan bangsa, beliau memiliki tempat khusus, yang harus kita kenang, dan ikuti jejak sejarah perjuangan pemikiran dan langkahnya yang sangat penting, strategis dan tiada tara untuk kepentingan bangsa dan negara,” tutur Haedar pada Senin (21/6/2021) malam.
Baca Juga: Kisah Siti Sarah Istri Nabi Ibrahim Berdoa Kepada Allah, Raja Zalim di Mesir Pun Stroke 3 Kali
Dari kaca mata Haedar Nashir, terdapat lima pelajaran yang dapat dipetik dari jajak perjuangan Bung Karno.
Pertama, Bung Karno telah memberi contoh dalam penghidmatan perjuangan dan pengorbanan yang tanpa pamrih untuk Indonesia, baik saat melawan penjajah maupun setelah Indonesia merdeka.