KUCING jadi hewan kesayangan Rasulullah SAW. Bahkan Rasulullah memberi nama kucingnya dengan nama Mueeza. Saat ini kucing juga banyak dipelihara dan disukai, karena lucu dan menggemaskan juga bisa jadi sahabat baik manusia.
Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, Rasulullah SAW mempunyai kucing diberi nama Mueeza.
Salah satu kebiasaan Mueeza yang sangat disukai oleh Nabi adalah selalu mengeong setiap kali mendengar lantunan suara adzan. Seakan-akan hewan itu paham apabila sudah ada panggilan sholat.
Baca Juga: Sosial Media Saat Ini Mampu Memaksa Terjadinya Perubahan Medan Dakwah
Lebih lanjut, kucing juga merupakan hewan yang memiliki banyak keistimewaan sehingga Rasulullah sangat menyayanginya. Sert terdapat beberapa alasan menagapa hewan satu ini begitu disayang Nabi:
"Pertama, kucing termasuk hewan yang mampu beradaptasi dengan pemiliknya, termasuk mempunyai kecerdasan dan naluri yang luar biasa," katanya saat dihubungi MNC Portal.
Baca Juga: Kisah Nabi Sulaiman Sembelih 20.000 Kuda dan Mampu Memerintahkan Angin
Kedua, menyayangi ciptaan Allah seperti kucing berpahala. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
في كلّ ذات كبد حرّاء أجر
Artinya: ”Pada setiap yang mempunyai hati yang bisa kehausan terdapat pahala (dalam berbuat baik kepadanya),” (H.R Al-Bukhari no. 2363).
Baca Juga: Benarkah Tidak Ada Penyakit Menular Seperti Covid-19 dalam Pandangan Islam?
Ketiga, kucing adalah hewan rumahan yang bersih.
عَنْ كَبْشَةَ بِنْتِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ وَكَانَتْ عِنْدَ ابْنِ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ أَبَا قَتَادَةَ دَخَلَ عَلَيْهَا قَالَتْ فَسَكَبْتُ لَهُ وَضُوءًا قَالَتْ فَجَاءَتْ هِرَّةٌ تَشْرَبُ فَأَصْغَى لَهَا الْإِنَاءَ حَتَّى شَرِبَتْ قَالَتْ كَبْشَةُ فَرَآنِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ أَتَعْجَبِينَ يَا بِنْتَ أَخِي فَقُلْتُ نَعَمْ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّمَا هِيَ مِنْ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ أَوْ الطَّوَّافَاتِ
Artinya: "Dari Kabsyah binti Ka’ab bin Malik istri Ibnu Abu Qatadah, bahwa Abu Qatadah masuk menemuinya. (Kabsyah) berkata, “Aku menuangkan air untuknya, tiba-tiba seekor kucing masuk dan meminumnya, Abu Qatadah kemudian memiringkan bejana tersebut hingga kucing tersebut dapat minum.” Kabsyah berkata, “Abu Qatadah tahu bahwa aku sedang memperhatikannya, maka ia pun berkata, “Apakah Engkau heran, wahai putri saudaraku?” Aku menjawab, “Ya.” Ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Kucing tidak najis. Ia merupakan hewan yang biasa berkeliaran di sekelilingmu.'” (HR. At-Tirmidzi no. 92).
“Keempat,kucing hewan yang bersih, air liurnya tidak najis,” terangnya.
Rasulullah bersabda: “Kucing adalah binatang yang badan, keringat, bekas sisa makanan, serta air lirnya adalah suci. Air lirnya bahkan bersifat membersihkan. Hidupnya lebih bersih dari manusia. (HR. Malik).
Bahkan pada suatu hari, Rasulullah pernah memakai air untuk berwudhu, dimana air tersebut sebelumnya telah disentuh atau dijilat oleh kucing.
Namun Nabi tetap memakainya untuk wudhu, karena kucing bukanlah hewan najis. Lain halnya dengan anjing, air liurnya mengandung penyakit maka najis.
Imam Nawawi juga mencantumkan riwayat:
ﻭَﺭَﻭَﻯ ﺃَﺑُﻮ ﺩَاﻭُﺩ ﻭَاﺑْﻦُ ﻣَﺎﺟَﻪْ ﻫَﺬَا اﻟْﺤَﺪِﻳﺚُ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻣِﻦْ ﺭِﻭَاﻳَﺔِ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﻭَﻓِﻴﻪِ ﺯِﻳَﺎﺩَﺓٌ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔُ ﻭَﻗَﺪْ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺘَﻮَﺿَّﺄُ ﺑِﻔَﻀْﻠِﻬَﺎ
Selain itu Ustadz Ainul Yaqin mengingatkan, ketika seseorang memutuskan memelihara kucing, maka harus diperhatikan kebersihannya. Jangan sampai sakit, apalagi kelaparan karena itu semua termasuk perbuatan yang zalim.
"Perlu diingat kita juga tetap harus mengidahkan kebersihan dan kesehatan kucing," terangnya.
(Vitrianda Hilba Siregar)