ثُمَّ أَذَّنَ بِلَالٌ بِالصَّلَاةِ، فَصَلَّى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ صَلَّى الْغَدَاةَ، فَصَنَعَ كَمَا كَانَ يَصْنَعُ كُلَّ يَوْمٍ
"...kemudian Bilal radhiyallahu’anhu mengumandangkan adzan sholat, lalu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melakukan sholat sunnah dua raka'at, kemudian sholat Shubuh. Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengamalkan sebagaimana biasa beliau lakukan setiap hari." [HR. Al-Bukhari dan Muslim].
Baca Juga: Ustadz Khalid Basalamah: Niat Baik Tetap Tercatat Walau Tak Sempat Melakukannya
Rasulullah SAW juga bersabda,
يا بنْتَ أَبِي أُمَيَّةَ سَأَلْتِ عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ العَصْرِ، إنَّه أَتَانِي نَاسٌ مِن عبدِ القَيْسِ بالإِسْلَامِ مِن قَوْمِهِمْ، فَشَغَلُونِي عَنِ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ، فَهُما هَاتَانِ
"Wahai Bintu Abi Umayyah, engkau menanyakan tentang dua raka’at setelah Ashar yang aku kerjakan, sesungguhnya tadi datang utusan dari kaum Abdul Qois yang masuk Islam, mereka menyibukkan aku dari dua raka’at setelah Zhuhur, maka itulah qodhonya." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]