4 Pesan Penting Nabi Muhammad SAW kepada Para Pemuda

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 28 Oktober 2021 14:40 WIB
Pesan Nabi Muhammad SAW kepada para pemuda (foto: istimewa)
Share :

Habib Ali Hasan Al Bahar juga menyampaikan, “kalau mau jadi kedudukannya seperti malaikat, anak muda yang bisa mengendalikan hawa nafsunya, anak muda yang meninggalkan syahwatnya untuk mendapatkan keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala,” tuturnya.

Terkait itu, Nabi Muhammad SAW memberikan nasihat yang harus menjadi pegangan para pemuda agar selama dunia akhirat:

1. Perbagus Akhlak

Diriwayatkan Muadz bin Jabal (beliau adalah sahabat nabi yang usianya masih muda) ia berkata, “Wasiat terakhir yang disampaikan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam kepadaku adalah ketika aku meletakkan kaki di pelana dari kulit, beliau bersabda, ‘Baguska nlah akhlakmu terhadap manusia wahai Muadz bin Jabal.” (HR. Imam Malik dinyatakan dhoif oleh Albani)

Diriwayatkan juga dari Abdullah bin Umar bahwasannya Muadz bin Jabal hendak melakukan perjalanan, ia berkata, “Wahai Rasulullah nasihatilah aku.” Beliau bersabda, “Sembahlah Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” Muadz berkata, “Wahai Rasulullah tambahkanlah.”

Beliau bersabda, “apabila kamu meminta, maka baguskanlah sikapmu.” Muadz berkata, “Wahai Rasulullah tambahkanlah.” Beliau bersabda, “Istiqamahlah dan hendaknya kamu membaguskan akhlakmu.” (HR. Hakim dinyatakan Hasan oleh Al Albani).

2. Menjaga Lisan

Masa remaja menjadi masa yang rentan terhadap tindakan negative bila tidak dibentengi oleh iman dan takwa. Mengingat masa itu, mereka memiliki syahwat yang menggelora dan emosionalnya tidak stabil.

Sahabat Rasulullah Ali bin Abi Thalib berkata, “Lidah adalah tolak ukur yang diremehkan oleh kebodohan dan diunggulkan oleh akal,”

Ali menambahkan, “Lidah adalah tolak ukur yang diremehkan oleh kebodohan dan diunggulkan oleh akal”

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, ia berkata, “Aku bertanya wahai Rasulullah apa keselamatan itu? Beliau bersabda, ‘Jagalah lidahmu, hendaknya rumahmu membuatmu lapang dan menangislah atas kesalahanmu.” (HR. Tirmidzi)

Sebagaimana Rasulullah mewasiatkan sejumlah amalan kepada pemuda Muadz bin Jabal, beliau bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu penghimpun semua itu?”

Muadz menjawab, “Ya.”

Beliau memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini atas dirimu.”

Muadz berkata, “Wahai Nabi Allah, akankah kita dihukum atas apa yang kita ucapkan?”

Beliau bersabda, “Celaka engkau wahai Muadz, tidakkah orang orang ditelungkupkan wajah mereka ke neraka kecuali akibat dari lidah mereka?” (HR. Ibnu Majah)

3. Hati-Hati Memilih Teman

Pemuda muslim haruslah hati-hati dalam memilih teman atau pasangan hidup. Jangan berteman dekat kecuali dengan mereka yang sesama muslim dan sholeh.

Allah SWT berfirman dalam surat al Furqan ayat 27-29 mengenai besarnya pengaruh seorang teman terhadap temannya.

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Menggigit tangan (jari) maksudnya menyesali perbuatannya.” (QS Al Furqan: 27)

“Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Yang dimaksud dengan si Fulan, ialah syaitan atau orang yang telah menyesatkannya di dunia.” (QS Al Furqan: 28)

“Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.” (QS Al Furqan: 29)

Salah memilih teman itu bisa berbahaya. Karena besarnya pengaruh seorang teman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sampai memberi perumpamaan kepada para pemuda tentang teman yang baik dan teman yang buruk. Seperti disebutkan dalam hadits Abu Musa al Asyari, dari Nabi, beliau bersabda:

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk laksana pembawa minyak wangi dan pandai besi. Pembawa minyak wangi bisa jadi akan memberimu wewangian atau kamu membeli wewangian darinya atau kamu mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi bisa jadi akan membakar bajumu atau kamu mendapatkan aroma tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari)

Imam Al Ghazali menyebut syarat syatat yang harus dimiliki seorang teman, “Seyogyanya orang yang kamu pilih untuk menjadi teman memiliki 5 sifat berikut: Seorang yang berakal, akhlaknya baik, tidak fasik, bukan pelaku Bid’ah dan tidak Ambisi terhadap dunia.”

4. Menjaga Pandangan

Diriwayatkan dari buraidah dari ayahnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Wahai Ali, Jangan melanjutkan pandangan tertuju pada perempuan yang bukan mahrom..”

Ibnu Qayyim berkata, “Pandangan mata merupakan akar seluruh peristiwa yang menimpa manusia. Sebab pandangan melahirkan lintasan, lintasan melahirkan pikiran, pikiran melahirkan syahwat, kemudian syahwat melahirkan kemauan, selanjutnya kemauan menguat dan menjadi tekad membaja lalu terjadilah tindakan yang merupakan keniscayaan, kecuali bila ada penghalang yang menghalanginya. Dalam hal ini ada ungkapan, “Kesabaran dalam menundukkan pandangan lebih mudah daripada kesabaran menghadapi penderitaan yang (muncul) sesudahnya.”

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya