Said dan istrinya berdebat, bagaimana mungkin menikahkan putrinya Zulfah dengan seorang pria buruk rupa dan tidak bersuku.
"Bagaimana bisa? Julaibib berwajah lusuh, tidak bernasab, tidak berkabilah, tidak berpangkat, dan tidak berharta. Demi Allah, tidak. Tidak akan pernah putri kita menikah dengan Julaibib," demikian ucap istri Said.
Baca juga: Kisah Ummu Sulaim Terima Lamaran Abu Thalhah dengan Mahar Masuk Islam
Sementara perdebatan mereka berakhir tatkala Zulfah mendengar ada nama Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam di situ.
"Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah? Demi Allah, kirim aku kepadanya. Demi Allah, karena Rasulullah yang meminta, maka tiada akan membawa kehancuran dan kerugian bagiku," kata sang gadis cantik tersebut.
Akhirnya pernikahan Zahid dengan Zulfah pun akan dilaksanakan. Namun qadarullah saat mendekati hari H pernikahan, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam meminta kepada kaum Muslimin untuk berperang.
Baca juga: Abu Bakar Ash-Shiddiq, Khalifah Pertama yang Selalu Membenarkan Perkataan Nabi
Mengetahui hal itu, Zahid tanpa pikir panjang langsung memutuskan untuk bergabung dengan pasukan Islam. Sementara sahabat terkejut mendengar rencananya.
"Wahai Zahid, nanti malam engkau akan berbulan madu. Apakah engkau masih hendak berperang?" demikian tanya sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.