2. Cara membacanya
Menurut Dr Sa'id Al Qohtoni dalam catatannya untuk kitab Syarh Hishnul Muslim (145-146), salah satu cara melafalkan kalimat thayyibah dengan membaca Subhanallah sebanyak 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu-akbar 33 kali, lalu ditutup dengan kalimat:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir
Baca juga: Sejarah dan Keistimewaan Bulan Rajab, dari Isra Mikraj hingga Pecahnya Perang Yarmuk
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Dianugerahi Anak Usai Menjamu Tamu dengan Sangat Mulia
Cara ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wassallam bersabda:
مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
"Barang siapa yang bertasbih sebanyak 33 kali, bertahmid sebanyak 33 kali, dan bertakbir sebanyak 33kali setelah melaksanakan sholat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan." (HR Muslim Nomor 597)
Itulah kalimat tasbih dan cara membacanya. Semoga bermanfaat. Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)