Pada hari kedua, waktu Ashar adalah ketika panjang bayangan dua kali lipat lebih panjang dari benda tersebut. Waktu Sholat Magrib sama dengan hari sebelumnya. Kemudian pada waktu Isya, mereka Sholat Isya lewat tengah malam. Pada hari ketiga, Malaikat Jibril dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam Sholat Subuh ketika matahari akan terbit.
Baca juga: Bacaan Zikir Pagi Hari Ini, Senin 21 Februari 2022M/20 Rajab 1443H
Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Senin 21 Februari 2022M/20 Rajab 1443H
Setelah melakukan sholat wajib selama dua hari berturut-turut, tiba saatnya Malaikat Jibril memberi tahu batasan waktu sholat kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Sebagaimana telah disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim Nomor 612 dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma.
"Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata: 'Waktu Sholat Zuhur jika matahari sudah tergelincir ke barat ketika itu panjang bayangan sama dengan tinggi seseorang, selama belum masuk Sholat ‘Ashar. Waktu Sholat ‘Ashar adalah selama matahari belum menguning. Waktu Sholat Maghrib adalah selama belum hilang cahaya merah pada ufuk barat. Waktu Sholat Isya adalah sampai pertengahan malam. Waktu Sholat Subuh adalah dari terbit fajar selama belum terbit matahari." (HR Muslim: 612)
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)