Nasihat Imam Ghozali untuk Para Guru dan Penuntut Ilmu

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 12 April 2022 13:20 WIB
Nasihat Imam Ghozali untuk para penuntut ilmu (foto: istiwewa)
Share :

JAKARTA - Kualitas murid dipengaruhi oleh kualitas gurunya. Ibnu Qutaibah rahimahullah dalam kitab Al-Madkhal Al-Mufashshal mengatakan, “Penuntut ilmu pada zaman dahulu itu mendengarkan untuk belajar, dan belajar untuk beramal, serta memahami agama Allah untuk mengambil manfaat dan memberi manfaat. Adapun sekarang ini, mendengar untuk mengumpulkan (ilmu), dan mengumpulkan agar terkenal, serta menghafal untuk mengalahkan dan berbangga diri.”

Dalam konteks lain, Imam Ghazali memberikan nasihat kepada para penuntut ilmu. Penuntut ilmu akan mengalami kemalangan jika segala ikhtiarnya dalam menimba ilmu didorong oleh kehendak mencari materi dan kesenangan dunia. Sebaliknya, beruntunglah para penuntut ilmu yang bergerak atas dorongan keinginan untuk mendidik budi pekerti dan menundukkan nafsu. Semua dijalani hanya mengharap rida Allah SWT.

Guru idealnya mampu bergerak dan mengNasgerakkan diri dan para murid agar semakin dekat kepada-Nya. Tugas pertama guru adalah mengenali Allah SWT. Saat guru semakin mengenal Allah SWT, akan tumbuh rasa cinta pada-Nya. Semakin guru mencintai-Nya, guru semakin bersemangat mencari rida-Nya dalam setiap perbuatan. Dari titik awal kesadaran inilah guru bergerak. Karena sadar Allah SWT yang Maha Menggerakkan, maka guru akan bergerak sesuai kehendak-Nya.

Guru penggerak akan terus bergerak maju bahkan bertahan dalam situasi sulit karena memiliki tujuan besar dan jangka panjang. Meski kondisi susah dan berat menunaikan amanah, asalkan hal itu membuatnya semakin dekat dan dicintai Rabbnya, ia akan rida. Hati tenang dan bahagia. Karena guru penggerak hanya menyandarkan harapan kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman: “Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al-Insyirah: 8).

Perkara besar yang kebanyakan dilupakan guru adalah menanamkan prinsip keikhlasan ilmu dan amal kepada Allah. Banyak ilmu yang berguna dan pekerjaan mulia sebagai guru, namun si pemilik ilmu dan pelaku pekerjaan tersebut tak bisa mengambil manfaat apa-apa. Terbang dan hilang seperti debu yang tertiup angin. Hal ini terjadi karena guru tidak mengikhlaskan ilmu dan amalnya serta tidak menjadikan aktivitasnya di jalan Allah SWT.

Guru penggerak hendaknya menanamkan sifat mengikhlaskan ilmu dan amal kepada Allah serta hanya mengharap rida Allah ke dalam jiwa para murid. Sebelum ajal menjemput, guru penggerak terus konsisten beramal saleh. Semua berawal dan berakhir pada satu titik tuju, yaitu Allah SWT. Firman Allah SWT: “Dan jangan (pula) engkau sembah Tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.”(QS. Al Qasas: 88).

Wallahu a’lam bishawab

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya