SURAT An-Nisa Ayat 32 mengungkap larangan iri hati. Surat keempat dalam kitab suci Alquran ini dinamai An-Nisa karena banyak membahas hal-hal yang berhubungan dengan wanita.
Surat An-Nisa yang terdiri 176 ayat juga membahas berbagai pengajaran dalam setiap ayatnya. Salah satunya melindungi hak milik laki-laki dan perempuan yang terdapat pada ayat 29 hingga 33.
Lantas, bagaimana dengan isi kandungan pada ayat 32 Surat An-Nisa? Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.
Q.S 4:32
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗوَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
Arab-Latin:
Wa lā tatamannau mā faḍḍalallāhu bihī ba'ḍakum 'alā ba'ḍ, lir-rijāli naṣībum mimmaktasabụ, wa lin-nisā`i naṣībum mimmaktasabn, was`alullāha min faḍlih, innallāha kāna bikulli syai`in 'alīmā
Artinya :
Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Sesuai dengan tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) yang dikutip dari https://quran.kemenag.go.id/ menyatakan tentang larangan iri hati terhadap karunia dari Allah Subhanahu wa ta'ala.