"Mencium atau menyentuh Hajar Aswad itu sunah, jadi jangan sampai dipaksakan," ujar Kepala Seksi Petugas dan Keamanan Jamaah Daker Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Maskat.
Sekadar informasi, Hajar Aswad ini diyakini umat Islam berasal dari surga. Hajar Aswad menurut riwayat awalnya berwarna putih.
Tapi kini menjadi hitam karena banyaknya dosa manusia. Setiap Muslim yang tawaf di Kakbah disunahkan mencium atau melambaikan tangan ke Hajar Aswad.
Hajar Aswad adalah batu dari Surga yang diturunkan ke bumi saat Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT membangun Kakbah. Nabi Ismail yang pertama kali menemukannya, lalu Nabi Ibrahim pun meletakkannya di Kakbah.
Baca juga: Cerita Muslimah Jamaah Umrah Bertemu "Malaikat" hingga Dibantu Mencium Hajar Aswad Kakbah
Dahulu batu ini sangatlah terang, bahkan dapat menerangi seluruh Hijazwilayah Jazirah Arab. Selain itu, batu satu ini juga memiliki aroma yang khas dan masih bertahan dari dulu hingga sekarang.
Nabi Muhammad SAW pun sering menciumnya ketika tawaf, atau mengelilingi Kakbah. Hingga saat ini Hajar Aswad sering menjadi rebutan para jamaah haji dan umrah untuk menciumnya. Para jamaah mengincar batu ini dirasa akan mendapatkan berkah dan terhapus dosa-dosanya.
Baca juga: Masya Allah, Begini Wujud Hajar Aswad ketika Di-Zoom 4.000 Kali
Namun baik Kakbah maupun Hajar Aswad, bukanlah sesembahan. Akan tetapi sebagai tempat berdoanya umat Islam.
"Kami sama sekali tidak menyembah batu (Hajar Aswad), melainkan kami menyentuhnya dan menciumnya sebagaimana yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan. Ini artinya kami lakukan hal tersebut dalam rangka ibadah dan mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,” kata ulama terkemuka Arab Saudi, Syekh Shaleh Al Fauzan.
(Fakhrizal Fakhri )