Jamaah haji lainnya asal Padang, Alfurqon Zakaria (58 tahun) juga membawa beras hingga rendang. "Jadi saya bawa beras. Bawa makanan yang sudah kita masak insya Allah enggak ada kejadian. Saya bawa 1-2 kg beras," katanya.
Tak hanya beras, dia juga membawa alat pemasak beras agar menjadi nasi. Alfurqon mempunyai alasan sendiri membawa beras hingga rendang. "Ini sebagai antisipasi dulu, kemacetan kita khawatirkan mobil enggak bisa masuk ke tempat Arafah, Muzdalifah dan Mina, jadi pengalaman itu kami antisipasi dengan cepat," katanya.
Untuk layanan konsumsi diakui Alfurqon sangat cukup. Layanan konsumsi sudah dibagikan ke jamaah dengan ontime dan menu yang variatif. "Saya pikir paling bagus karena tiga kali sehari, kemudian ontime, ndak ada keterlanbatan hanya kita yang terlambat ambil," katanya.
Baca juga: Haji 2022, Menag Yaqut Pimpin Delegasi Amirul Hajj 1443 H
(Fakhrizal Fakhri )