Pemilihan jadwal lempar jumrah pada pukul tersebut karena mempertimbangkan cuaca yang relatif adem dibandingkan lempar jumrah pada siang hari. Sementara itu, pada pukul 08.00 sampai 12.00 siang akan diambil dari beberapa jamaah negara lain yang memiliki fisik lebih kuat.
"Tapi intinya kita tahu betul lah bahwa kondisi kita ini boleh dikatakan banyak dan tidak sedkit yang mereka kondisi fisiknya mungkin tidak fit maka dpilih waktu yang nyaman," kata Arsad.
Kemudian lempar jumrah pada hari berikutnya mulai pukul 12.00 malam atau pada pertengahan malam antara waktu Subuh dengan Magrib. "Dibagi dua jatuhnya pukul 11.30 jadi bukan 12 malam, jadi kita siapkan jamaahnya di pukul tersebut untuk jumrah," ungkapnya.
Kemudian pada Hari Tasyrik bagi mereka nafar awal tentu sudah harus keluar Mina ke Makkah sebelum Shalat Magrib. Sementara, bagi mereka yang menginap dan digenapkan menjadi tanggal 13 Dzulhijjah berarti nafar tsani.
Poin ketiga soal tawaf ifadah. Arsad menjelaskan, pihaknya ingin para jamaah haji menyelesaikan terlebih dulu rangkaian lempar jumrah setelah 12 atau 13 Dzulhijjah baru melakukan tawaf ifadah.
Namun, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menawarkan sebuah solusi yaitu pada tanggal 10-11 Dzulhijjah bisa melakukan tawaf ifadah. Nantinya Kementerian Haji akan menyiapkan transportasi dari Mina ke Masjidil Haram.
"Tentunya berbayar dan kita tidak ikut. Jadi itu Kementerian Haji dengan perusahaan bus buat kesepakatan siapa mau tinggal bayar ke perusahaan tersebut. Kita tidak pada posisi dengan perusahaan tersebut," ujarnya.
Lanjut Arsad menjelaskan, ada sebagian orang ingin segera selesaikan seluruh rangkaian ibadah hajinya pada tanggal 10-11 Dzulhijjah. Ketika jamaah ingin mau tanggal yang ditentukan silakan mengggunakan fasilitas bus tapi ada biaya yang harus dibayarkan.
"Tadi ditanya berapa persentase jamaah akan tawaf ifadah tanggal 10 dan 11 Dzulhijjah, kira-kira sekitar 30%. Walau demkian ini kondisi akan berkembang kalau nanti kita sampaikan ke jamaah, jika ingin jumlahnya lebih kita akan sampaikan kepada Kementerian Haji Saudi," katanya
(Qur'anul Hidayat)