Layani Jamaah saat Puncak Haji di Armuzna, 782 Tenaga Kesehatan Turun Tangan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 30 Juni 2022 04:16 WIB
Ilustrasi (Foto : Reuters)
Share :

MAKKAH - Seluruh tenaga kesehatan difokuskan saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Untuk Armuzna, sebanyak 782 orang tenaga kesehatan akan diturunkan. Mereka terdiri dari 48 dokter spesialis, 67 dokter umum, serta ratusan perawat.

"Seluruh tenaga kita fokuskan di Armuzna, yang dari Madinah juga sudah ada di Makkah,” kata Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana di KKHI Makkah, Rabu (29/6/2022).

Dokter spesialis yang diterjunkan di antaranya spesialis jantung, spesialis paru, spesialis penyakit dalam, anastesi, bedah ortopedi, kulit dan kelamin, mata, dan spesialis jiwa.

“Tenaga dokter dan perawat Insya Allah sudah siap. Obat-obatan juga mencukupi untuk puncak Armuzna,” ujarnya.

Saat puncak haji, KKHI juga akan mulai mencoba rompi penurun panas atau Carbon Cool. Rompi ini didesain khusus untuk jemaah yang mengalami heat stroke akibat udara yang cukup panas.

“Di Indonesia ini pernah diuji coba dan berhasil. Nanti akan kita coba apakah efektif untuk jamaah heat stroke,” ujarnya.

Menjelang puncak haji, KKHI juga melakukan screening khusus bagi jamaah dengan risiko tinggi. Mereka didata di kloter dan sektor.

Jika risiko tinggi dengan komorbid, jamaah akan dijemput untuk dilakukan medical check up di KKHI. “Sudah 500-an jemaah yang kita screening," ujarnya.

Jika medical check up menunjukkan jamaah tidak memungkinkan ikut Armuzna, maka KKHI akan mengusulkan agar yang bersangkutan ikut program safari wukuf.

“Jamaah yang tidak memenuhi syarat nanti disafariwukufkan, naik bus wukuf di Arafah 1-2 jam dan dikembalikan di KKHI untuk dirawat kembali. Prinsipnya keselamatan jamaah prioritas dengan tidak mengesampingkan rukun hajinya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Haji Indonesia M Imran Saleh mengatakan timnya juga sudah siap untuk menghadapi Armuzna. Obat-obatan, serta peralatan medis juga telah siap.

“Kami juga menyiapkan klinik utama di Arafah, yakni di tenda misi haji serta ada 4 klinik satelit di setiap maktab,” ujar Imran.

Selain itu, di Muzdalifah juga ada 10 pos kesehatan yang tersebar di maktab. Di Mina juga didirikan satu klinik utama. “Kita juga punya 10 klinik mobile yang siaga di Jamarat baik jalur atas maupun bawah,” kata dia.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya