Arab Saudi Sediakan 14 Bahasa Terjemahan di Ibadah Haji 2022, Termasuk Indonesia?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 30 Juni 2022 20:09 WIB
Jamaah Haji (Foto: Kemenag)
Share :

ARAB Saudi mengumumkan pada ibadah haji 2022, pemerintah menyediakan 14 bahasa terjemahan yang akan membantu jamaah haji lebih khusyu menjalani ibadah. Apakah bahasa Indonesia ada di dalamnya?

Kepresidenan Umum Arab Saudi untuk Urusan Dua Masjid Suci (Haramain) yang dipimpin Syekh Abdul Rahman Al-Sudais mengumumkan bahwa spesial di 2022, pemerintah Arab Saudi menyediakan 14 bahasa yang akan mempermudah jamaah haji memahami khutbah.

"Di tahun 2022 ini, kami menyediakan 14 bahasa terjemahan yang bisa dipakai jamaah haji untuk mendengar lebih jelas khotbah," terangnya dalam Webinar, Kamis (30/6/2022).

Keempat belas bahasa terjemahan itu antara lain Inggris, Prancis, Persia, Urdu, Malawi, China, Turki, Spanyol, sampai bahasa Rusia. Bahasa Indonesia dan Melayu pun dihadirkan.

Dengan adanya bahasa terjemahan yang disediakan ini, diharapkan jamaah haji bisa lebih paham makna dari yang disampaikan imam masjid. Itu pun tentunya akan sangat baik dalam mempertebal keimanan pada Allah SWT.

Bahasa terjemahan ini bisa dinikmati oleh jamaah haji baik itu dari Madinah sampai ke Mekkah. "Kami sangat berharap, fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh jamaah haji, sehingga pemanfaatan layanan ini bisa maksimal untuk umat," ungkap Syekh Al-Sudais.

BACA JUGA : Layani Jamaah saat Puncak Haji di Armuzna, 782 Tenaga Kesehatan Turun Tangan

Fasilitas terjemah bahasa ini melibatkan ahli bahasa yang terpercaya kredibilitasnya. Pemerintah Arab Saudi hanya menggunakan penerjemah bahasa yang memenuhi segudang syarat dan mereka ini sudah terseleksi dengan sangat ketat.

BACA JUGA : Jelang Puncak Haji Armuzna 2022, Jamaah Haji Indonesia Diminta Istirahat 3 Hari

Dengan begitu, apa yang diterjemahkan oleh penerjemah dipastikan tidak melenceng dari apa yang disampaikan imam saat khutbah.

"Semoga layanan penerjemah bahasa ini bisa menjangkau semua jamaah haji sehingga semuanya bisa beribadah lebih baik lagi tanpa ada masalah dalam bahasa," ungkap Syekh Al-Sudais.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya