Haji Akbar di 2022, Ini Sejarahnya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 02 Juli 2022 22:44 WIB
Kakbah (Foto: Reuters)
Share :

MAKKAH - Pelaksanaan ibadah haji 2022 sangat istimewa pada tahun ini, karena banyak menyebut sebagai haji akbar. Sebab, puncak haji saat wukuf di Arafah 9 Dzulhijjah atau 8 Juli 2022 yang bertepatan pada hari Jumat.

Arab Saudi telah menetapkan hari Arafah yakni wukuf sebagai rukun dan puncak haji 9 Dzulhijjah 1443 jatuh pada hari Jumat, 8 Juli 2022.

Lalu bagaimana sejarah awal mula soal haji akbar? Berikut penjelasannya seperti yang disampaikan Konsultan Pembimbing Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah, Aswadi.

Menurut Aswadi, momentum haji akbar sebenarnya tidak hanya dikenal pada pelaksanaan haji 2022 tapi istilah haji akbar juga tertuang dalam Al'Quran Surat At Taubah Ayat 3.

Menurut Aswadi, ayat itu dilatarbelakangi kisah saat sahabat Abu Bakar mendapatkan perintah dari Muhammad SAW untuk membersihkan orang-orang musyrik yang bertawaf atau berhaji sesuai dengan keyakinan mereka.

"Jadi sebelum Islam menang, orang-orang musyrik sudah punya tradisi tawaf memutari Kakbah, tapi dengan cara-cara syirik. Termasuk tawaf dengan telanjang," kata Aswadi kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah, Sabtu (2/7/2022).

Kemudian, Abu Bakar bersama Ali bin Abi Thalib dan Abu Hurairah diberi waktu empat bulan untuk mengembalikan kesucian kakbah. "Kejadiannya setelah fathu-Makkah (penaklukkan Kota Makkah), yakni tahun ke-9 hijriyah. Mereka mengimbau agar orang-orang musyrik tak lagi tawaf dan berhaji pada musim tahun mendatang," ujar Aswadi.

Hal ini juga merupakan jawaban atas Perjanjian Hudaibiyah yang telah melarang Nabi Muhammad SAW dan pasukannya untuk berperang dan berhaji selama 10 tahun. "Pada saat pelaksanaan haji yang sudah bersih dari praktik-praktik syirik itulah yang disebut haji akbar," jelas dia.

Aswadi menambahkan, inilah yang kemudian disebut dengan haji akbar, haji akbar itu adalah lawan kata dari haji asghar (haji kecil).

"Yang semula nabi melaksanakan haji itu sebutannya adalah haji kecil dan tahun depan itu haji akbar di mana orang-orang sudah tidak boleh melakukan tawaf dalam kondisi telanjang dan tidak boleh syirik menanamkan kurafat dan sebagainya," katanya.

Di sisi lain, para mufasir berbeda pendapat tentang definisi haji akbar dalam ayat tersebut. Menurutnya, ada ulama yang berpendapat haji akbar adalah ketika hari Jumat tersebut bertepatan dengan prosesi wukuf, ada pula yang ketika tepat di Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah.

"Yang menyatakan pas wukuf karena dalil al hajju arafah (haji adalah Arafah). Sementara yang menganggap saat Idul Adha karena di hari itu seluruh prosesi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) ada di dalamnya," katanya.

"Ketika haji atau Arafah dilakukan oleh Nabi di tahun ke-10 hijriah, itu bertepatan dengan hari Jumat. Berarti ini ada titik temu antara Arafah di hari Jumat. Maka ini sebutannya haji akbar," tukasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya