Cerita Menag Jadi Jamaah Haji 2004: Dulu Kayak Ikan Pindang Enggak Karuan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 05 Juli 2022 15:12 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas saat mencoba fasilitas jamaah haji di Arafah/ Foto: MCH
Share :

MAKKAH - Cerita Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi jamaah haji pada 2004. Pada saat itu, pelayanan jamaah haji di Arafah tidak karuan.

"Saya pernah jadi jamaah reguler, ini jauh lebih baik dari zaman saya dulu naik haji. kayak ikan pindang. Tahun 2004 haji pertama saya, enggak karu-karuan," kata Yaqut saat meninjau tenda di Arafah, Selasa (5/7/2022).

 BACA JUGA:9 Kejanggalan Visa Palsu 46 Calon Jamaah Haji Furoda yang Dideportasi Arab

Pada tahun ini, pelaksanaan puncak haji di Arafah akan lebih baik. Karena tenda sudah dilengkapi kasur busa dan bantal. Selain itu ada karpet serta dilengkapi AC. Hal ini tentu membuat jamaah lebih nyaman saat wukuf di Arafah.

"Saya berharap jamaah nyaman. Saya memaklumi persiapan pendek, cuma dua bulan. tapi secara umum cukup baik. Sekarang lebih baik, apalagi ini cuma buat nginep semalem, enggak yang berhari-hari," kata Gus Men sapaan akrabnya.

Gus Men juga sebelumnya meninjau toilet di maktab di Arafah dan mencoba keran air untuk memastikan air mengalir.

 BACA JUGA:Puncak Haji 2022, Menag Jajal Kasur di Arafah: Enak Sekarang

Untuk AC kata Gus Men akan diusahakan lebih dingin seperti penambahan kipas angin besar agar jamaah haji Indonesia lebih nyaman.

"Yang penting orientasinya adalah jemaah nyaman. Masih ada waktu 2 hari (buat memperbaiki, kekurangan yang ada)," katanya.

Namun kenyamanannya jangan dibandingkan dengan hotel karena harus sebanding, jika dibandingkan dengan pelaksanaan haji sebelumnya tentu saat ini lebih nyaman.

Pada haji sebelumnya di Arafah saat wukuf jamaah hanya tersedia tenda yang beralaskan karpet. Tahun ini sudah ditambah dengan kasur busa dan bantal.

"Enak sekarang, dibanding haji tahun-tahun dulu, sekarang nyaman ada kasur. tapi kalau perbandingannya dengan hotel, ya tentu enggak ada kelasnya ini. jadi perbandingannya harus apple to apple," katanya.

 BACA JUGA:Tinjau Arafah Jelang Puncak Haji 2022, Menag: Layanan Lebih Baik

Menurut Gus Men, pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan menjadi pembelajaran bersama jika ada kekurangan. Sebab menjadi pengalaman haji pertama setelah dua tahun Pandemi Covid-19.

"Tapi secara overall, lebih baik dari pelayanan haji sebelumnya, meski pasti ada catatan-catatan. Sekali lagi yang penting jamaah aman, nyaman, khusyuk dalam menjalankan ibadah," tukasnya.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya