MAKKAH - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengakui fasilitas untuk jamaah haji Indonesia yang ada di Mina cukup baik. Namun, hal tersebut dinilai belum sebanding dengan penambahan biaya Masyair sebesar Rp1,5 triliun.
(Baca juga: Momen Menag Yaqut Cukur Rambut Petugas Haji Usai Lempar Jumrah)
"Lebih kepada fasilitas yang saya kira sudah cukup baik tapi masih berbeda dari ekspektasi kami dari biaya yang dikeluarkan," kata Yaqut di Mina, Arab Saudi, Sabtu (9/7/2022) malam.
"Saya merasa bahwa ini belum sesuai dengan fasilitas yang diberikan," tambahnya.
Kendati demikian, persiapan pelaksanaan ibadah haji tidak cukup banyak waktu hanya 2 bulan pasca-diumumkan ada pemberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci.
"Saya akan jadikan ini sebagai catatan-catatan evaluasi untuk perbaikan layanan jamaah haji ke depan," kata Yaqut.
Yaqut menambahkan dari sisi pelayanan untuk jamaah sudah sesuai harapan, baik dari tim kesehatan, akomodasi, logistik, pembimbing ibadah hingga Media Center Haji (MCH).
"Jadi saya kira semua sudah baik dan tinggal fasilitas yang kita perbaiki," katanya.
Sementara itu, jamaah haji Indonesia merasa puas dengan pelayanan di tenda Mina. Para jamaah haji akan mabit atau bermalam di Mina selama 3 malam.
Diakui jamaah, fasilitas yang diterima saat di tenda Mina lebih baik dibandingkan saat wukuf di Arafah.
Tenda jamaah haji di Mina sudah beralaskan keramik dan karpet. Bahkan, toilet lebih modern, AC pun sangat dingin.
Berbeda dengan di Arafah yang masih gundukan pasir bergelombang meski ditutup karpet. Namun, jamaah haji tetap mendapat kasur busa, bantal dan selimut.