Sebab-Sebab Sujud Syukur
Sujud syukur dilakukan karena dua hal, yaitu karena mendapat kenikmatan atau kebahagiaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kemudian karena terhindar dari bahaya yang besar atau kesusahan yang bertubi-tubi.
Bacaan Sujud Syukur
Tidak ada bacaan khusus dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam untuk sujud syukur, seperti sujud sahwi maupun sujud tilawah. Jadi bagi Muslimin yang sujud syukur bisa membaca tasbih sebagaimana sujud biasa, atau membaca bacaan tasbih secara umum, yakni سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ atau Maha Suci Allah, atau bisa membaca doa berikut:
سُبْحَانَ اللّهِ والْحَمْدُللّهِ وَ لا اِلهَ اِلَّا اللّهُ وَ اللّهُ اَكْبَرُلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بالله العلي العظيم
Subhaanallohi walhamdulillaahi walaa ilaaha illalloohu walloohuakbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi, Maha Agung."
Tata Cara Sujud Syukur
Sujud syukur dilakukan dengan meletakkan semua anggota sujud yang terdiri dari dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung jari kaki di lantai. Sujud syukur dilakukan seperti sujud dalam sholat.
Sujud syukur cukup dilakukan dengan sekali sujud. Dikarenakan sujud ini bukan bagian dari sholat, mayoritas ulama berpendapat bahwa sujud sah walaupun dilakukan tanpa wudhu. Oleh karena itu, sujud syukur bisa dilakukan sewaktu-waktu dan secara spontan.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)