KISAH hijrah penuh inspiratif kali ini datang dari pria asal Palembang bernama Erlangga Febriansyah. Angga –sapaannya– dulu dikenal sebagai anak punk yang tubuh hingga wajahnya penuhi tato. Ia hidup dengan kebebasan kabur dari rumah sampai putus sekolah.
Angga bahkan berani pergi dari Yogyakarta dan merantau ke Karawang padahal kala itu masih berusia belasan tahun. Selama 7 tahun ia hidup di jalanan bersama sama anak-anak punk lainnya.
Dia lalu menceritakan kisah hijrahnya yang sangat luar biasa dan menunjukkan betapa kuatnya doa seorang ibu.
Awalnya bisa menjadi anak punk karena Angga ketahuan menato tubuhnya oleh sang ayah.
"Awalnya karena bikin tato pertama pas sekolah. Ketahuan bikin tato sama bapak. Bapak marah, jadi mutusin buat kabur dari rumah ikut teman-teman, makanya bisa ke Karawang, Jakarta," cerita Angga dalam kanal YouTube Rukun Indonesia.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Angga mengamen di lampu merah atau tempat makan lesehan bersama anak-anak punk lainnya.
"Ya mengamen di lampu merah, di lesehan, sama teman-teman selama 7 tahun," jelas Angga.
BACA JUGA:Kisah Hijrah Ucay Eks Vokalis Rocket Rockers, Sadar karena Tulisan di Twitter
Lalu yang membuat dirinya mantap berhijrah karena sudah merasa jenuh dengan hidupnya yang banyak melakukan perbuatan kurang baik.
"Titik jenuh ketika mau tidur melamun, kok hidup gini mulu ya, gini-gini aja, makan mabuk tidur, udah capek lah," ungkapnya.
Setelah itu pada 2019, Angga bertemu seorang ustadz bernama Halim yang mampir ke tempatnya.
Sempat berburuk sangka dengan Ustadz Halim, ternyata beliaulah yang membuat hatinya terenyuh dan mantap hijrah.
Setelah itu Angga mantap tinggal di pondok pesantren Ustadz Halim di kawasan Ciputat. Ternyata usut punya usut, hijrah Angga tidak lepas dari doa sang ibu.
"Doa seorang ibu nyata. Ibu selalu mendoakan semoga Angga ketemu orang baik yang bisa mengajarkan Angga baik. Alhamdulillah makanya saya percaya banget bahwa doa ibu itu nyata," tuturnya.
Kini Angga sudah jauh dari hal-hal negatif dan terus belajar mengenai agama Islam. Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)