MADINAH - Jamaah haji Indonesia gelombang kedua akan mulai mendarat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Kamis (8/6/2023). Rencananya akan ada 18 kelompok terbang (kloter) yang mendarat pada hari pertama sekitar pukul 04.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Jika sesuai rencana, jamaah haji Indonesia gelombang kedua berjumlah 272 kloter. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan gelombang pertama 262 kloter.
"Renana nanti akan ada 18 kloter pertama gelombang dua yang mendarat di Jeddah." kata Kepala Daker Bandara Haryanto kepada Media Center Haji (MCH).
Sampai Selasa (6/6) pukul 10.00 WAS, sudah ada 227 kloter mendarat di Bandara Madinah dengan 86.214 jamaah. Angka tersebut sudah termasuk jamaah haji khusus yang mulai tiba di Madinah.
Jamaah haji khusus yang tiba di Madinah berjumlah 283 dari 8 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK)
Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz sendiri masih menerima kedatangan jamaah haji sampai Kamis (8/6/2023) dini hari WAS.
Jadwal ini sedikit molor dari rencana awal, Rabu (7/6/2023). Kemungkinan pengunduran disebabkan keterlambatan penerbangan yang dilakukan dua maskapai pembawa pesawat jamaah Saudi Airlines dan Garuda Indonesia.
Keterlambatan itu membuat Kementerian Agama (Kemenag) meminta agar pihak penerbangan komitmen dengan apa yang sudah tertuang dalam kontrak kerjasama.
Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab meminta maskapai penerbangan untuk serius dalam memperhatikan kenyamanan jamaah haji. Hal itu ditunjukkan dengan sikap yang lebih kooperatif dan informatif.
“Maskapai, baik Saudia Airlines maupun Garuda Indonesia, harus lebih kooperarif dalam menginformasikan setiap perubahan atau keterlambatan penerbangan. Maskapai juga harus lebih solutif,” kata Saiful Mujab.
Keterlambatan penerbangan tidak saja membuat koordinasi penyambutan di bandara kadang menjadi kewalahan karena jadwal tidak pasti dan kadang bersamaan, tapi kenyamanan jamaah juga menjadi terganggu. Penerbangan yang harusnya bisa dilakukan dalam waktu 9 sampai 10 jam, bisa lebih panjang karena keterlambatan dari penerbangan.
Tingkat perubahan dan keterlambatan jadwal penerbangan jamaah haji Indonesia tahun 2023 sudah cukup tinggi, angkanya lebih dari 15 kali keterlambatan atau perubahan jadwal. Ini yang membuat terjadinya perubahan closing date di Bandara Madinah.
Haryanto menambahkan, kedatangan jamaah haji gelombang kedua akan dilakukan penyambutan seperti saat gelombang pertama mendarat di Madinah. Pejabat kementerian haji Arab Saudi, duta besar, konjen Jeddah, dan PPIH akan turut menyambut kedatangan jamaah gelombang kedua.
(Dani Jumadil Akhir)