JEDDAH - Jamaah haji Indonesia gelombang kedua akan mulai mendarat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah mulai Kamis (8/6/2023) dini hari waktu Arab Saudi (WAS). Jamaah haji yang pertama mendarat berasal dari kloter 46 embarkasi Solo (SOC) dengan jumlah 360 orang.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Haryanto mengatakan, semua jamaah haji yang mendarat di Bandara Jeddah akan mendapatkan pelayanan sekali makan. Fasilitas itu diberikan mengingat waktu tunggu dan perjalanan dari Jeddah ke Makkah membutukan waktu dua jam.
"Proses bisa sekitar 30 menit di Bandara Jeddah sejak keluar dari pemeriksaan. Ditambah perjalanan yang jarak tempuhnya lumayan lama dari Jeddah ke Makkah," kata Haryanto kepada Media Center Haji (MCH).
Berbeda dengan jamaah haji yang mendarat di Bandara Amir Mohammed bin Abdulaziz, jarak tempuh dari bandara ke hotel tidak terlalu jauh. Waktu tunggu di Bandara Madinah juga tidak lama, hanya sekitar 10 sampai 15 menit sebelum naik bus. Itu kenapa jemaah yang mendarat di Jeddah mendapatkan fasilitas sekali makan.
Meski waktu tunggu lebih panjang dibandingkan di Bandara Madinah, Haryanto menyebutkan jka ruang tunggu yang dimiliki Bandara Jeddah lebih luas dibandingkan Madinah. Di dalam ruang tunggu juga ada fasililitas seperti kamar mandi, tempat sholat sehingga jamaah bisa rehat lebih dulu.
Haryanto juga mengingatkan agar jamaah menuruti anjuran dari Kementerian Agama agar muulai menggunakan kain ihram sejak di embarkasi. Harapannya, jamaah haji saat mendarat di Jeddah semuanya suda mengenakan kain ihram semua dan telah mengambil miqat di Yalamlam saat masih berada di atas pesawat.
Jika sudah mengambil niat di atas pesawat, dikatakan Haryanto, secara hukum agama larangan ihram sudah berlaku. "Mengenakan ihram dari embarkasi Indonesia itu akan memudahkan untuk semua. Khususnya jamaah haji lansia. Jadi, kami harapkan semua jamaah mentaati edaran terkait penggunaan kain ihram sejak dari embarkasi keberangkatan," tambahnya.
Mengenakan kain ihram di bandara memang memungkinkan, tapi tidak diajurkan mengingat suasana bandara yang dipastikan lebih padat dibandingkan biasanya. Ditambah lagi, sirkulasi dari transportasi dari bandara yang cukup cepat, karena kendaraan bus akan keluar masuk untuk mengangkut jamaah.
"Bus itu begitu penuh langsung berangkat. Khawatirnya jika mengenakan ihram di bandara, tertinggal rombongan dan bisa ketinggalan bus," tandas Haryanto.
(Dani Jumadil Akhir)