9 Hari Jelang Closing Date, 37.249 Jamaah Haji Gelombang Kedua Mendarat di Jeddah

Maruf El Rumi, Jurnalis
Selasa 13 Juni 2023 14:05 WIB
Jamaah Haji 2023 (Foto: MCH)
Share :

JEDDAH - Closing date jamaah haji 1444 H/ 2023 tinggal 9 hari. Sesuai Rencana Perjalanan Haji (RPH) yang ditandatangani oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), closing date keberangkatan jamaah haji gelombang kedua yang mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pada 22 Juni 2023.

Dari data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), sampai hari Selasa (13/6/2023) pukul 09.00 WAS sudah 90 kloter mendarat di Jeddah dengan membawa 37.249 jamaah.

Bandara di Jeddah rencananya akan menjadi tempat pendaratan 272 kloter jemaah haji Indonesia sebelum kuota tambahan.

Tahun ini, sebelum ada kloter tambahan akan ada 534 kloter yang mendarat di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 263 kloter telah menyelesaikan penerbangannya di Bandara Amir Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. Sedangkan total jamaah yang sudah mendarat adalah 137.251 dari 361 kloter.

Ketua Daker Bandara Haryanto menjelaskan, khusus Bandara King Abdul Aziz, tidak banyak kasus yang mencolok seperti pembongkaran koper dan visa haji seperti saat di Madinah.

"Kendala untuk jemaah haji yang tiba melalui gelombang 2 pada masih pada kasus jamaah haji ketiggalan paspor seperti jemaah haji di kloter 19 KNO atas nama Lindawati Parlindungan sehingga sempat tertahan di imigrasi. Tapi setelah diterbitkan SPLP, jamaah haji tersebut bisa keluar," kata Haryanto.

Setelah dilakukan pengecekan ulang, melakukan koordinasi dengan embarkasi di Indonesia ternyata paspornya tertinggal di embarkasi. "Nanti pada kloter 20 akan dibawa oleh petugas kloter Indonesia ke Saudi, ini nanti akan disampaikan ke yang bersangkutan," tandasnya.

Tentang jamaah haji yang belum mengenakan kain ihram saat mendarat di bandara, Haryanto mengharapkan jamaah mematuhi himbaun yang sudah diberikan. Sebab, saat mendarat di Bandara King Abdul Aziz, tidak banyak waktu yang dimiliki jamaah untuk mandi dan berganti baju. "Apalagi jamaah fast track. Mereka tidak transit di plaza karena langsung diarahkan menuju bus," tambah Haryanto.

Dia mengatakan, peraturan di Bandara Jeddah terbilang ketat. Alur jamaah diatur sesuai dengan ritme yang sudah ditentukan pihak bandara, sehingga, ketika Wukala dari pihak bandara meminta jalan ya harus jalan karena menyangkut alur jemaah dari negara lain juga.

"Tidak banyak waktu di Bandara Jeddah, sehingga akan lebih efektif ketika menggenakan kain ihram sejak embarkasi," pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya