Jadwal kedatangan mereka diatur per kloter dengan melibakan bimbad atau bimbingan ibadah kloter, dan sektor khusus untuk mengatur alur jemaah yang datang ke raudhah.
"Terima kasih panitia, terutama bimbad yang sudah menginput seluruh nama jemaah ke dalam tasreh siang dan malam sehingga alhamdulillah seluruh kloter gelombang pertama bisa masuk ke Raudhah. Sektor khusus yang mebimbing dan mendorong jemaah," tambah Zaenal.
Terkait apakah semua jamaah menggunakan tasreh mereka, Zaenal mengatakan semua dikembalikan ke masing masing jemaah haji, tergantung kondisi dan situasi mereka. Paling penting, izin tasreh untuk 263 kloter sudah keluar, sehingga besok tidak ada lagi jemaah yang ke Raudhah karena gelombang satu selesai.
BACA JUGA:
Kondisi ini seperti yang dialami SOC 45 yang ternyata tidak semua jemaah menggunakan kesematan masuk Raudhah karena alasan kesehatan. Baik di sektor putra atau pun putri.
Di kelompok putri misalnya, dari 171 jemaah yang ada dalam daftar, ada 6 yang tidak bisa ikut karena kesehatan. Sedangkan laki-laki, sebanyak 184 jemaah, tiga orang tidak bisa ikut rombongan.
BACA JUGA:
"Tidak sulit mendapatan tasreh jemaah haji karena sudah difasilitasi sesuai dengan jumlah jwmaah. Kami merasa merasa puas karena jamaah terlayani dengan baik. Bahkan, kami juga bisa arbain 400 waktu," kata Aminuddin ketua kloter SOC 45.
Dikatakan Aminuddin, masuk ke Raudhah menjadi salah satu harapan dari jemaah haji karena merupakan kesempatan langka. Banyak jemaah yang harus menunggu belasan tahun agar bisa melaksanakan ibadah haji, sehingga mereka senang akhirnya bisa kesampaikan masuk ke salah satu tempat terbaik untuk berdoa.
Kegembiraaan juga disampaikan salah satu jemaah dari Kalimantan Tengah, Igin. "Alhamdulillah bisa masuk meski suasana sangat ramai sekali," kata Igin.
Sebenarnya, dirinya sudah beberapa kali masuk ke Raudhah secara pribadi, tapi tetap merasa senang akhirnya bisa masuk ke Raudhah bersama kelompoknya.
Saat ditanya, berapa lama di Raudhah, Igin mengatakan hanya sekitar 15 menit dan sholat sunnah 4 rekaat. "Tidak enak berlama-lama, memeberkan kesempatan ke yang lain," pungkas Igin.
(Fakhrizal Fakhri )