Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Doa saat Memandang Ka’bah di Masjidil Haram

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 29 April 2026 |11:02 WIB
Doa saat Memandang Ka’bah di Masjidil Haram
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)
A
A
A

JAKARTA — Melihat Kakbah untuk pertama kali menjadi momen yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Banyak yang langsung meneteskan air mata, gemetar karena suka cita, ada juga yang terdiam karena rasa haru yang meluap.

Bangunan suci ini adalah kiblat seluruh kaum Muslimin, arah sujud jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia setiap hari, dan melihatnya langsung dari dekat memberikan perasaan yang sulit dilukiskan bagi kebanyakan umat Muslim.

Dilansir dari MUI Digital, dalam kitab Al-Mushannaf Ibnu Abi Syaibah mencatat sebuah riwayat hadis yang menceritakan bahwa ketika Rasulullah memandang Kakbah, doa inilah yang dibaca:

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرًّا

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kepada rumah ini (Ka’bah) kemuliaan, keagungan, dan kewibawaan. Dan tambahkanlah kepada orang yang menunaikan haji atau umrah kepadanya kemuliaan, keagungan, penghormatan, dan kebaikan.” (Al-Mushannaf [Riyadh: Maktabah ar-Rusyd], juz 6, h. 81)

Selain itu, terdapat juga lafaz doa lain yang dibaca oleh seorang tabi’in, Sa’id bin al-Musayyib rahimahullah. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika memasuki Masjidil Haram dan memandang Kakbah, beliau membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Sejahtera, dari-Mulah segala keselamatan, maka hidupkanlah kami wahai Tuhan kami dengan keselamatan.”

Riwayat ini juga disebutkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf dan al-Baihaqi dalam As-Sunan al-Kubra, dengan sanad yang dinilai sahih.

Doa ini sangat masyhur dibaca oleh umat Islam Indonesia setiap selesai shalat fardu, meskipun ditambahkan dengan sedikit lafaz lainnya. Karenanya, lafaz yang dibaca tampak sangat familiar.

Doa yang singkat ini secara jelas memohon keselamatan kepada Allah. Karena siapa pun yang memahami hakikat hidup akan tahu bahwa kebutuhan terbesar manusia bukanlah soal kekayaan materi, tetapi keselamatan. Selamatnya iman dari kesesatan, selamatnya hati dari kerasnya jiwa, selamatnya badan dari musibah, selamatnya keluarga dari keretakan, dan selamatnya akhir hidup dengan husnul khatimah.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement