Jamaah Haji Diingatkan Tak Titipkan Paspor ke Orang Lain

Maruf El Rumi, Jurnalis
Jum'at 16 Juni 2023 14:07 WIB
Jamaah Haji Diingatkan Tak Titipkan Paspor (Foto: MCH 2023)
Share :

JEDDAH - Petugas haji di Bandara King Abdulaziz, Jeddah dibuat panik tidak kepalang saat jamaah haji kloter 57 dari embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG).

Gara-garanya sebagian besar jamaah haji tidak membawa paspor mereka. Akibatnya, jamaah tidak bisa langung naik ke bus meski berada di jalur fast track. Mereka terpaksa transit di plaza jalur fast track untuk pembagian paspor.

Sebab, paspor sebagian besar jamaah, terutama yang berasal dari Lampung dikumpulkan oleh ketua kloter saat berada di atas pesawat.

"Untung saja jamaah JKG ini melalui jalur fast track, sehingga tetap bisa keluar dari imigrasi. Kalau jalur biasa, di imigrasi pasti kacau balau, dan pasti kena marah petugas Arab Saudi," kata Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Maskat, di Jeddah, Kamis (15/6/2023).

Sebagai gambaran, proses jamaah setelah keluar dari embarkasi melalui dua jalur. Pertama adalah jalur fast track yang berada di terminal A dan di pintu B sampai E.

 

Untuk jalur fast track, jamaah tidak harus melalui pemerikaan ulang di imigrasi Arab Saudi dan bisa bisa langsung ke pintu keluar bandara berjalan menuju arah bus.

Sedangkan reguler jamaah harus melewati proses pemeriksaan imigrasi seperti keberadaan visa dan paspor.

 

Setelah keluar dari area x-ray jamaah transit terlebih dulu di plaza sebelum diarahkan ke dalam bus. Saat mau naik ke bus, jamaah diminta mengumpulkan paspor mereka kepada tim Al Wukala.

"Tujuannya agar paspor tidak hilang saat jamaah beraktivitas," kata Ketua Daker Bandara Haryanto.

Tanpa paspor, jamaah tidak akan bisa naik ke bus, karena nantinya terkait dengan administrasi pemeriksaan saat masuk ke Kota Makkah, sekaligus pembagian maktab.

"Karena tadi sebagian besar paspor jamaah dikumpulkan di satu orang, maka terpaksa harus transit di plaza terlebih dulu untuk dibagikan lagi. Kalau tidak mereka tak bisa berangkat ke Makkah," tambah Maskat.

 

Dikatakan Maskat, bahwa jamaah haji harus selalu membawa paspor mereka sendiri dan tidak boleh dititipkan ke siapapun, termasuk ke keluarga, baik itu anak atau istri sebelum mereka naik ke dalam bus ke Makkah. Sebab, saat setelah keluar dari pesawat kemungkinan besar untuk terpisah sangat besar, terutama untuk jamaah haji lansia dan disabilitas.

Bisanya jamaah lansia dan difabel akan keluar paling akhir dibandingkan reguler. Mereka akan didorong dengan kursi roda dalam proses sejak turun bandara sampai menuju bus atau paviliun. Jika paspor terbawa orang lain, termasuk keluarga, potensi terjadinya hambatan dari proses imigrasi sampai bus pasti terjadi.

Kalau paspornya takut hilang, maka cukup minta dibantu memasukkan paspor ke dalam tas hitam yang dikalungkan di leher. Sehingga nanti saat dibutuhkan tinggal diambil. "Jangan titip dibawakan, karena risikonya bisa terkendalam di imigrasi atau bus," pesan Maskat.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya