Peraturan Baru Haji Mendatang: Istithaah Kesehatan Jadi Syarat Pelunasan Calon Jamaah Haji

Maruf El Rumi, Jurnalis
Jum'at 07 Juli 2023 17:29 WIB
Jamaah Haji Indonesia (Foto: MCH 2023)
Share :

JEDDAH - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berencana menjadikan istithaah kesehatan menjadi salah satu syarat pelunahaan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 2024.

Selama ini, jamaah melakukan pelunasan BIPIH lebih dulu baru lakukan pemeriksaan kesehatan. Sehingga, tidak mungkin menolak pendaftaran calon jamaah.

Istithaah kesehatan jamaah haji adalah kemampuan jamaah haji dari aspek kesehatan yang meliputi fisik dan mental yang terukur dengan pemeriksaan. Sehingga, jamaah bisa menjalankan ibadah haji sesuai dengan syariat agama Islam.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berencana untuk mengubah prosedur tersebut. Di mana, istithaah akan dilakukan sebelum pelunasan.

"Akan kami buat istithaah kesehatan dulu. Kalau sudah memenuhi istithaah kesehatan, baru kemudian melakukan pelunasan," kata Menag kepada Media Center Haji (MCH) di Jeddah, Kamis (6/7/2023).

Namun, pria yang akrab disapa Gus Men ini juga menilai bahwa tidak semua lansia tidak istithaah. Ada banyak jemaah berusia di atas 90 tahun yang masih segar bugar. Artinya, ukuran kriterianya bukan lansia tapi istithaah kesehatan. Hal ini juga akan didiskusikan dengan Komisi VIII DPR.

Sebenarnya, saat waktu bertemu DPR sebelum puncak haji, Menag mengatakan telah menyampaikan, bagaimana kalau peraturan agar istita’ah kesehatan ini dijadikan syarat.

"Sekarang ini kan prosesnya terbalik, kita lunas dulu baru cek kesehatan. Sehingga mau tidak mau kalau sudah lunas harus diberangkatkan," kata Gus Men.

Tahun ini pelaksanaan haji memiliki tantangan tersendiri terkait jumlah lansia dan jamaaah risiko tinggi yang berada di atas 70%, sehingga hampir di setiap kloter separuh dari jamaah memiliki risiko tinggi.

Termasuk juga jamaah haji yang mengalami dimensia. Kondisi tersebut memang mendapat penanganan dari petugas, tapi ada beberapa hal yang bisa berpengaruh pada mobilitas. Misal ketika berpindah naik turun kendaraan.

Atau saat pelaksanaan ibadah seperti lempar jumrah yang membutuhkan kemampuan fisik. Baik saat pulang atau berangkat. Dengan jarak maktab beragam juga menjadi salah satu tantangan untuk jamaah.

Ditanya soal kuota tambahan, Gus Men berharap tahun depan itu juga ada. Sebab, kuota tambahan juga akan memperpendek antrean haji.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya